Iklan

Ribuan Warga Antusias Semarakkan Maulid di Kemukiman Aron Aceh Utara

Redaksi
25 Agustus 2026
Last Updated 2026-08-25T10:52:05Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
Anak-anak melantunkan zikir saat perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di di Masjid Taqwa Aron, Gampong Keude Aron, Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara, Selasa, 25 Agustus 2026. Foto : Dedy


Suaradiksi.com. Aceh Utara - Ribuan warga Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara menyambut antusias perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang menjadi momentum mempererat silaturrahmi sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat kepada Rasulullah SAW.


Kegiatan Maulid Akbar yang diikuti warga sembilan desa di Kemukiman Aron, Kecamatan Syamtalira Aron tersebut dipusatkan di Masjid Taqwa Aron, Gampong Keude Aron, Selasa, 25 Agustus 2026.

Geuchik Keude Aron, Azwar Thaib didampingi Tokoh Masyarakat HM Yusuf Hasan saat wawancara Kegiatan Maulid Akbar.


Geuchik Keude Aron, Azwar Thaib mengatakan, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin setiap tahun dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal.


Dikatakannya, sembilan desa di Kemukiman Aron meliputi Gampong Keude Aron, Dayah Aron, Mee Aron, Glok Aron, Meuria Aron, Meunasah Moncrang, Kanot, Cibrek Tunong dan Cibrek Baroh.


"Dalam acara Maulid Akbar ini, kami dari panitia menyiapkan sembilan ekor sapi dan Alhamdulillah seluruhnya tercukupi," kata Azwar.


Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kemukiman Aron berlangsung meriah. Selain masyarakat dewasa, anak-anak juga tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung di Masjid Taqwa Aron.


Tokoh masyarakat, HM Yusuf Hasan, mengatakan antusiasme masyarakat dalam mengikuti Maulid menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap Rasulullah SAW masih sangat kuat di tengah masyarakat.


Menurutnya, Maulid tidak hanya menjadi kegiatan seremonial atau tradisi tahunan, tetapi harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak Rasulullah SAW kepada generasi muda.


"Maulid ini jangan hanya kita maknai sebagai sebuah perayaan, tetapi yang paling penting adalah bagaimana kecintaan kita kepada Rasulullah SAW diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Akhlak, kejujuran, kepedulian dan semangat mempererat persaudaraan harus menjadi teladan bagi kita semua," ujar HM Yusuf Hasan.


Ia juga mengapresiasi kebersamaan masyarakat dari sembilan desa yang dapat berkumpul dalam satu kegiatan. Menurutnya, semangat gotong royong dan kebersamaan tersebut perlu terus dipertahankan karena menjadi modal penting dalam menjaga kerukunan masyarakat.


"Kita berharap tradisi seperti ini terus dilestarikan dan anak-anak muda ikut terlibat. Mereka harus memahami bahwa memperingati Maulid bukan sekadar berkumpul dan menikmati hidangan, tetapi juga kesempatan untuk mengenal lebih dekat sosok Rasulullah dan meneladani perjuangan serta akhlaknya," katanya.



Sementara itu, Azwar Thaib berharap semangat memperingati kelahiran Rasulullah SAW tidak berhenti pada acara Maulid, tetapi terus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.


"Anak-anak kita perlu sejak dini mengenal Rasulullah SAW, mencintai beliau dan meneladani akhlaknya. Jangan sampai generasi penerus hanya mengenal Maulid sebagai sebuah tradisi, tetapi tidak memahami makna dan keteladanan yang terkandung di dalamnya," ujarnya.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl