![]() |
| Petugas PT Toya Perdana Lhokseumawe (Aceh Water) memantau lokasi pengolahan air minum, Foto : dok PT Toya Perdana Lhokseumawe. |
Suaradiksi.com. Lhokseumawe — PT Toya Perdana Lhokseumawe (Aceh Water) menyampaikan bahwa gangguan layanan air yang terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir disebabkan oleh perubahan sementara pada kualitas air baku yang digunakan dalam proses pengolahan air minum.
Berdasarkan hasil pemantauan operasional, terjadi peningkatan kadar garam (salinitas) pada air sungai yang menjadi sumber air baku perusahaan. Kondisi tersebut berkaitan dengan fenomena alam yang terjadi di wilayah pesisir ketika pasang air laut berada pada titik maksimum, sementara debit air sungai mengalami penurunan akibat cuaca panas dan minimnya curah hujan.
Suhu udara yang cukup tinggi di wilayah Aceh dalam beberapa hari terakhir turut mengurangi pasokan air tawar dari hulu sungai. Akibatnya, kemampuan sungai menahan masuknya air laut (intrusi air laut) menjadi berkurang. Ketika kondisi ini bertepatan dengan pasang laut maksimum, air laut dapat terdorong lebih jauh ke arah sungai sehingga kadar garam pada air baku meningkat untuk sementara waktu dan menyebabkan air menjadi payau.
Meilando Crisdianto sebagai Manager Marketing PT Toya Perdana Lhokseumawe menegaskan bahwa fenomena tersebut bukan disebabkan oleh pencemaran, melainkan proses hidrologi alami yang dapat terjadi pada sungai-sungai yang bermuara ke laut.
“Dalam kondisi yang dapat dikatakan extrim ini, sebagai penyedia layanan air minum, kami tidak hanya berfokus pada kontinuitas distribusi, tetapi juga pada kualitas air yang diterima pelanggan. Karena itu, ketika parameter kualitas air baku belum memenuhi standar operasional untuk diolah menjadi air minum yang layak, kami memutuskan menghentikan sementara proses produksi dan distribusi di wilayah terdampak,”kata Meilando, Rabu, 30 Juli 2026.
Keputusan penghentian sementara tersebut merupakan langkah kehati-hatian perusahaan untuk memastikan mutu air yang didistribusikan kepada pelanggan tetap memenuhi standar kualitas yang berlaku.
Selama periode ini, tim operasional Aceh Water terus melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi air baku, termasuk pengukuran kadar garam, parameter kualitas air, serta perkembangan pasang surut sungai. Produksi akan kembali dijalankan segera setelah hasil pemantauan menunjukkan kondisi air berada pada tingkat yang aman dan memenuhi standar operasional perusahaan.
Selain itu, perusahaan juga mengoptimalkan berbagai langkah operasional untuk meminimalkan dampak gangguan terhadap pelanggan dan mempercepat proses pemulihan layanan.
“Kami memahami bahwa kondisi ini dapat memengaruhi aktivitas masyarakat dan pelaku usaha. Atas ketidaknyamanan yang terjadi, kami menyampaikan permohonan maaf serta mengucapkan terima kasih atas pengertian, kesabaran, dan kepercayaan seluruh pelanggan,” tambahnya.
Aceh Water menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan air minum yang aman, berkualitas, dan dapat diandalkan bagi masyarakat Kota Lhokseumawe melalui pengelolaan operasional yang mengutamakan standar mutu dan keselamatan layanan.
Tentang Aceh Water
PT Toya Perdana Lhokseumawe (Aceh Water) merupakan perusahaan penyedia layanan air minum yang berkomitmen mendukung kebutuhan masyarakat dan aktivitas ekonomi Kota Lhokseumawe melalui penyediaan air yang lebih terkelola, higienis, dan berkualitas.


