Iklan

Tokoh Masyarakat Samudera Geram, Minta Akun TikTok Pak Tam Tak Tebar Harapan Palsu bagi Korban Banjir Aceh Utara

Redaksi
28 Juli 2026
Last Updated 2026-07-28T09:41:21Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

 

Kondisi salah satu rumah korban banjir di Aceh Utara pada tahun 2025 lalu.

Suaradiksi.com. Aceh Utara – Tokoh masyarakat Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Haji Muhammad (HM) Yusuf Hasan, melontarkan kritik terhadap akun TikTok Pak Tam, yang dikenal sebagai salah satu influencer Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Ia menilai konten-konten yang disampaikan terkait bantuan bagi korban banjir justru telah menimbulkan harapan besar di tengah masyarakat tanpa diikuti kepastian realisasi.


Menurut HM Yusuf Hasan, masyarakat, khususnya warga Gampong Blang Peria, Kecamatan Samudera, hingga kini masih mempertanyakan kejelasan bantuan jaminan hidup (jadup) maupun bantuan perbaikan rumah yang mengalami kerusakan akibat banjir besar yang melanda Aceh Utara pada tahun lalu.


"Jangan sampai masyarakat datang ke rumah Pak Tam untuk menagih apa yang disampaikan selama ini melalui akun TikTok-nya. Jangan memberikan harapan palsu kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan," kata HM Yusuf Hasan.


Bahkan, kata HM Yusuf, di Gampong Blang Peria ada seorang perempuan renta dan miskin benama Aisyah terpaksa harus menumpang tempat tinggal hampir setahun di rumah anaknya karena tak satupun bantuan ia dapatkan, sementara rumah dan harta benda miliknya habis terbawa banjir.


Ia mengatakan, masyarakat korban banjir membutuhkan kepastian, bukan sekadar narasi yang membangun ekspektasi tanpa kejelasan. Menurutnya, informasi mengenai bantuan pemerintah harus disampaikan berdasarkan data dan keputusan resmi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.


HM Yusuf Hasan juga menilai kegaduhan yang muncul seharusnya menjadi bahan evaluasi serius bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam menentukan pihak atau influencer yang dilibatkan untuk menyampaikan informasi kepada publik.


"Pemerintah membutuhkan figur yang memahami kondisi sosial masyarakat, dan mengedepankan verifikasi sebelum menyampaikan informasi ke ruang publik. Jangan sampai informasi yang belum pasti justru menimbulkan polemik dan merugikan masyarakat," ujarnya.



HM Yusuf Hasan juga melontarkan kritik keras terhadap gaya komunikasi yang dinilainya lebih mengedepankan pencitraan dibanding memperjuangkan kepentingan masyarakat.


"Jangan hanya sibuk menjilat atau mencari muka kepada Bupati Ayah Wa melalui konten-konten di media sosial, sementara penderitaan masyarakat justru terabaikan. Yang dibutuhkan warga hari ini bukan pencitraan, melainkan kepastian dan realisasi bantuan," tegasnya.


Menurutnya, hampir satu tahun pascabanjir besar melanda Aceh Utara, warga Gampong Blang Peria masih menunggu kejelasan berbagai bantuan yang sebelumnya sempat menjadi pembahasan di ruang publik.


"Warga terus menunggu. Kalau memang belum ada kepastian dari pemerintah, sampaikan apa adanya. Jangan membuat masyarakat berharap terlalu tinggi. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban harapan yang tidak pernah terwujud," katanya.


Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Utara pada tahun lalu menyebabkan ribuan warga terdampak, merusak rumah, fasilitas umum, lahan pertanian, serta mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. Hingga kini, sebagian warga masih berharap proses rehabilitasi dan penyaluran bantuan dapat segera dituntaskan.


HM Yusuf Hasan berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memperbaiki sistem komunikasi publik agar seluruh informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar berasal dari sumber resmi, telah terverifikasi, dan memiliki kepastian pelaksanaan.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl