![]() |
| Komandan Kodim 0103/Aceh Utara, Letkol Inf Faisal, S.Sos., M.Si meninjau pembangunan jembatan paska banjir di Gampong Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan |
Suaradiksi.com. Aceh Utara – Sore itu, jejak lumpur masih membekas di sepanjang bantaran sungai Gampong Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan. Di tengah kesibukan para pekerja merangkai besi dan mengecor pondasi, sosok Komandan Kodim 0103/Aceh Utara, Letkol Inf Faisal, S.Sos., M.Si., tampak berjalan dari satu titik ke titik lainnya. Baginya, pembangunan jembatan pascabanjir bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan upaya mengembalikan kehidupan masyarakat.
Tanpa ragu, Letkol Faisal turun langsung meninjau percepatan pembangunan 10 jembatan yang menghubungkan kembali Dusun Bina Baru dan Dusun Sarah Raja, Sabtu (25/7/2026). Delapan jembatan beton dan dua jembatan perintis kini dikebut agar warga yang sempat terisolasi dapat kembali beraktivitas.
Di lokasi pembangunan, Dandim tidak hanya melihat dari kejauhan. Ia mendekati para pekerja, memeriksa struktur pembesian, berdiskusi mengenai konstruksi, hingga memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai standar agar jembatan yang dibangun lebih kokoh dan mampu bertahan menghadapi bencana di masa depan.
Peninjauan berlanjut menyusuri tepian sungai menuju titik pembangunan jembatan perintis. Jalur itu sebelumnya menjadi akses yang terputus akibat banjir bandang. Kini, dengan percepatan pembangunan, harapan untuk memulihkan mobilitas warga semakin nyata.
Namun, yang paling membekas bukan hanya inspeksi di lapangan. Usai meninjau pembangunan, Letkol Faisal memilih duduk bersama warga di teras sebuah rumah sederhana. Tanpa sekat, ia mendengarkan langsung cerita masyarakat tentang sulitnya menjalani hari-hari saat jembatan terputus, ketika anak-anak kesulitan bersekolah dan hasil kebun tak bisa dibawa ke pasar.
Kehadiran Dandim di tengah masyarakat pun mendapat sambutan hangat. Tokoh masyarakat Dusun Sarah Raja, Haji Daud, mengaku terharu melihat perhatian yang diberikan TNI terhadap kondisi warganya.
"Selamat datang Bapak Dandim di dusun kami. Alhamdulillah, akhirnya jembatan yang sangat kami harapkan ini dibangun. Kehadiran delapan jembatan beton dan dua jembatan perintis ini benar-benar menyambung kembali harapan dan aktivitas warga. Perekonomian kembali lancar, begitu juga pendidikan anak-anak kami," ujar Haji Daud.
Bagi Letkol Inf Faisal, pembangunan jembatan bukan hanya tentang menyambung dua sisi sungai. Lebih dari itu, jembatan menjadi simbol bangkitnya kehidupan masyarakat setelah diterpa bencana.
Melalui kepemimpinan yang hadir langsung di lapangan, percepatan pembangunan di Lubok Pusaka menjadi bukti bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya diukur dari berdirinya infrastruktur baru, tetapi juga dari tumbuhnya kembali optimisme masyarakat. Di balik setiap pondasi yang dicor, tersimpan tekad untuk memastikan tidak ada lagi warga yang merasa terputus dari harapan.


