Iklan

18 Hari yang Mengubah Akses Hidup Warga Seureuke, Jembatan Ini Lahir dari Semangat Gotong Royong TNI dan Masyarakat

Redaksi
24 Juli 2026
Last Updated 2026-07-24T09:06:15Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

 

Warga Dusun Manjung dan Dusun Mandiri di Desa Seureuke, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara tampak bahagia usai prosesi peusijuek jembatan penghubung dua dusun pada Jumat (24/7/2026). Foto : Ist

Suaradiksi.com. Aceh Utara – Selama bertahun-tahun, warga Dusun Manjung dan Dusun Mandiri di Desa Seureuke, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, harus berjibaku dengan medan yang sulit demi menuju kebun, sekolah, maupun pusat aktivitas ekonomi.


Untuk menempuh jarak yang sebenarnya tidak terlalu jauh, mereka terpaksa memutar hingga tiga sampai empat kilometer dengan waktu perjalanan yang bisa mencapai dua jam.


Dalam waktu hanya 18 hari, semangat gotong royong antara prajurit TNI dan masyarakat berhasil menghadirkan Jembatan Aramco Garuda Tahap III. Infrastruktur yang telah lama dinantikan itu resmi rampung 100 persen dan menjadi simbol harapan baru bagi warga.


Rasa syukur pun mengalir dalam prosesi peusijuek yang digelar masyarakat pada Jumat (24/7/2026), sebagai ungkapan terima kasih atas hadirnya jembatan yang diyakini akan mengubah kehidupan mereka.


Jembatan tersebut bukan sekadar menyambungkan dua dusun. Lebih dari itu, ia membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik. Anak-anak kini dapat berangkat ke sekolah dengan waktu tempuh yang jauh lebih singkat, para petani lebih mudah mengangkut hasil perkebunan, sementara aktivitas ekonomi masyarakat menjadi lebih lancar.


Di balik berdirinya jembatan itu, terdapat kerja keras yang dilakukan setiap hari. Babinsa Koramil 09/Langkahan, Sertu Hermanto, bersama warga bahu-membahu mengerjakan pembangunan tanpa mengenal lelah. Semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama hingga jembatan berhasil diselesaikan tepat waktu.


Tokoh masyarakat Desa Seureuke, Mariotoh, mengaku terharu melihat kekompakan yang terjalin selama proses pembangunan. Menurutnya, jembatan tersebut bukan hanya menjadi penghubung dua wilayah, tetapi juga menjadi investasi bagi masa depan masyarakat.


"Jembatan ini akan membawa banyak perubahan bagi kehidupan warga. Kami berharap keberadaannya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat desa.


Hal senada disampaikan Keuchik Desa Seureuke, Yudimuliadi. Ia menuturkan, pembangunan yang tuntas hanya dalam 18 hari menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara TNI dan masyarakat mampu menghasilkan sesuatu yang luar biasa.


"Dulu warga harus memutar hingga berjam-jam untuk menuju kebun atau mengantar anak ke sekolah. Sekarang cukup sekitar 30 menit. Ini tentu sangat membantu aktivitas masyarakat setiap hari," katanya.


Sementara itu, Komandan Kodim 0103/Aceh Utara, Letkol Inf Faisal, S.Sos., M.Si., menilai keberhasilan pembangunan Jembatan Aramco Garuda Tahap III merupakan cerminan kuatnya budaya gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat.


Menurutnya, sinergi antara prajurit TNI dan warga menjadi fondasi penting dalam menghadirkan pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.


"Kami berharap jembatan ini dirawat bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, baik untuk mendukung pendidikan, memperlancar aktivitas ekonomi, maupun meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Seureuke," ujarnya.


Bagi warga Seureuke, jembatan ini bukan hanya tentang beton dan besi. Ia adalah penghubung harapan, hasil dari kerja bersama yang membuktikan bahwa kebersamaan mampu menghadirkan perubahan besar dalam waktu yang singkat.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl