Iklan

Saat TNI Menyambung Akses dan Harapan di Aceh Utara

Redaksi
10 Juni 2026
Last Updated 2026-06-10T05:32:37Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

 

Panglima Kodam Iskandar Muda, Joko Hadi Susilo saat meresmikan Jembatan gantung perintis yang menghubungkan Kecamatan Syamtalira Aron dan Kecamatan Samudera di Gampong Teungoh, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (9/6/2026).

Suaradiksi.com. Aceh Utara - Di atas aliran sungai yang membelah wilayah Kecamatan Syamtalira Aron dan Kecamatan Samudera, sebuah jembatan gantung sederhana kembali berdiri kokoh. Bagi sebagian orang, ia mungkin hanya rangkaian besi, sling baja, dan papan lantai.


Namun bagi warga Gampong Teungoh, Kabupaten Aceh Utara, jembatan itu adalah urat nadi kehidupan yang menghubungkan keluarga, aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan.


Selama bertahun-tahun, masyarakat menggantungkan mobilitas mereka pada jembatan perintis yang dibangun pada 1995 tersebut. Setiap hari, pelajar melintasinya menuju sekolah, petani membawa hasil kebun, dan warga menyeberang untuk berbagai keperluan. Namun usia yang terus bertambah membuat kondisi jembatan kian memprihatinkan.


Sejak sekitar tahun 2015, gelagar lantai berbahan kayu mulai lapuk dimakan usia. Pagar pengaman di sisi kiri dan kanan juga mengalami kerusakan. Setiap langkah yang diayunkan di atas jembatan menghadirkan kekhawatiran tersendiri, terutama saat musim hujan atau ketika warga harus melintas pada malam hari.


Harapan baru mulai muncul ketika rehabilitasi jembatan dimulai pada 21 April 2026. Selama 45 hari, sebanyak 75 personel gabungan yang terdiri dari TNI dan masyarakat setempat bekerja bahu-membahu menghidupkan kembali akses penting tersebut.


Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, menjelaskan bahwa rehabilitasi dilakukan sebagai bagian dari komitmen TNI AD dalam mendukung konektivitas wilayah dan meningkatkan akses transportasi yang aman bagi masyarakat.


“Proses rehabilitasi berlangsung selama 45 hari oleh 75 petugas yang melibatkan TNI dan masyarakat setempat,” ujarnya.


Di lapangan, pekerjaan dilakukan dengan mengganti gelagar jembatan yang telah rusak serta menambah sling penguat untuk meningkatkan stabilitas konstruksi. Upaya itu bertujuan mengurangi guncangan saat jembatan dilintasi sehingga memberikan rasa aman bagi pengguna.


Komandan Kodim 0103/Aceh Utara, Letkol Arh Jamal Dani Arifin, S.Sos., M.M.D.S., mengatakan kerusakan yang terjadi sebelumnya memang cukup parah dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.


Kini, jembatan gantung sepanjang 60 meter dengan lebar 1,2 meter itu kembali dapat digunakan. Konstruksi yang diperkuat mampu menahan beban hingga satu ton, sementara menara penyangga setinggi enam meter berdiri tegak menopang jalur penghubung antardua kecamatan tersebut.


Bagi warga, rampungnya rehabilitasi bukan sekadar selesainya sebuah proyek infrastruktur. Kehadiran jembatan yang lebih aman dan nyaman membawa optimisme baru. Aktivitas perdagangan menjadi lebih lancar, akses pendidikan lebih mudah dijangkau, dan hubungan sosial antarwarga di kedua kecamatan dapat terus terjaga.


Jembatan Gampong Teungoh juga menjadi bagian dari program pembangunan konektivitas yang lebih luas di Aceh. Hingga saat ini, TNI AD telah membangun 307 titik jembatan di berbagai daerah, mulai dari jembatan bailey, jembatan perintis atau gantung, hingga jembatan aramco. Dari jumlah tersebut, 151 titik telah selesai dikerjakan, sementara 136 titik lainnya masih dalam proses pembangunan.


Di tengah derasnya arus sungai yang mengalir di bawahnya, jembatan gantung Teungoh kini kembali menjadi saksi perjalanan masyarakat. Bukan hanya menghubungkan dua tepi sungai, tetapi juga menjembatani harapan warga untuk kehidupan yang lebih mudah, aman, dan sejahtera di masa mendatang.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl