![]() |
| Branch Manager KC Lhoksukon, Arief Dermawan Anwar memaparkan materi saat kegiatan literasi dan inklusi keuangan syariah, di Aula MK Hotel Lhoksukon, Aceh Utara, Rabu 15 Juli 2026. foto : Ist |
Suaradiksi.com. Aceh Utara– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Lhoksukon menggelar kegiatan literasi dan inklusi keuangan syariah, di Aula MK Hotel Lhoksukon, Aceh Utara, Rabu 15 Juli 2026.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Sinergi dalam Mendorong Keyakinan dan Pemanfaatan Keuangan Syariah Secara Merata di Seluruh Wilayah Indonesia.”
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan), yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman, terpercaya, dan sesuai prinsip syariah.
Acara dibuka oleh Area Operation & Service Manager (AOSM) Area Lhokseumawe, M. Haramein, serta menghadirkan sejumlah narasumber dari BSI, di antaranya Area Micro & Pawning Manager (AMPM) Area, Rudi Irwansyah, yang memaparkan materi mengenai "BSI Cicil Emas", dan Branch Manager BSI KC Lhoksukon, Arief Dermawan Anwar, yang menyampaikan edukasi tentang "Investasi Bodong, Pinjaman Online Ilegal," hingga program perencanaan haji melalui "BerAksi Mewujudkan Mimpi BerHAJI".
Peserta kegiatan berasal dari berbagai kalangan seperti penyuluh sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial, penyuluh Kementerian Agama, KNPI Aceh Utara, BKPRMI Aceh Utara, pelaku UMKM binaan BSI dan Disperindagkop, serta insan media.
Branch Manager KC Lhoksukon, Arief Dermawan Anwar, menyampaikan, bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengingatkan masyarakat untuk semakin waspada terhadap maraknya penawaran investasi ilegal atau investasi bodong yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Melalui edukasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN), OJK mengajak masyarakat memahami ciri-ciri investasi ilegal agar tidak menjadi korban penipuan.
Arief menambahkan, terdapat lima karakteristik utama yang perlu diwaspadai. Pertama, legalitas perusahaan atau produk investasi tidak jelas. Kedua, menawarkan keuntungan yang tidak wajar dalam waktu singkat. Ketiga, mengklaim investasi tanpa risiko (free risk). Keempat, menerapkan sistem perekrutan anggota baru atau member get member. Kelima, memanfaatkan tokoh masyarakat, publik figur, maupun tokoh agama untuk meyakinkan calon investor.
"Selain mengenali ciri-cirinya, masyarakat juga diminta memahami berbagai modus yang kerap digunakan pelaku investasi ilegal. Di antaranya mengatasnamakan program membantu sesama, belanja daring (online), penjualan saham hingga mencatut nama OJK atau mengklaim telah mengantongi izin resmi untuk memperoleh kepercayaan masyarakat," kata Arief.
Lanjut Arief, OJK juga masyarakat mengajak agar waspada terhadap praktik pinjaman online (pinjol) ilegal yang masih marak terjadi. Melalui program ini, OJK mengungkap berbagai modus kelompok masyarakat yang rentan menjadi korban hingga langkah penyelesaian apabila sudah terjerat pinjol ilegal. Dari sisi kelompok masyarakat yang rentan, guru menempati posisi tertinggi dengan 42 persen, disusul korban pemutusan hubungan kerja (PHK) sebesar 21 persen, ibu rumah tangga 18 persen, karyawan 9 persen, pedagang 4 persen, pelajar 3 persen, tukang pangkas rambut 2 persen, serta pengemudi ojek online 1 persen.
Menurut Arief, berdasarkan dari OJK bahwa alasan masyarakat menggunakan pinjaman online juga beragam. Faktor terbesar adalah untuk membayar utang lain sebanyak 1.433 kasus, diikuti latar belakang ekonomi menengah ke bawah, ingin memperoleh dana lebih cepat, memenuhi kebutuhan gaya hidup, kebutuhan mendesak, perilaku konsumtif, tekanan ekonomi, membeli gawai baru, serta membayar biaya sekolah. Itu diakibatkan rendahnya literasi pinjaman online.
Arief menyebutkan, sesuai data bersumber dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sebanyak 3.797.429 orang tercatat sebagai pemain judi online sepanjang tahun 2023. Dari jumlah tersebut sekitar 80 persen merupakan masyarakat yang menyetorkan deposit dengan nominal di bawah Rp100 ribu. Kelompok ini didominasi masyarakat berpenghasilan rendah seperti pelajar, mahasiswa, buruh, petani, ibu rumah tangga, pegawai swasta, hingga profesi lainnya.
"Meski nilai deposit per transaksi relatif kecil, akumulasi dana yang disetorkan masyarakat ke platform judi online sepanjang tahun 2023 mencapai lebih dari Rp34 triliun. Angka ini menunjukkan besarnya dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat aktivitas perjudian daring di Indonesia. Data OJK juga menunjukkan bahwa pemain judi online masih didominasi oleh laki-laki. Dari total 3.797.429 pemain, sebanyak 3.213.630 orang atau sekitar 85 persen merupakan pria. Sedangkan 583.799 orang atau sekitar 15 persen adalah perempuan," ungkap Arief.
Arief menyebut, judi online tidak hanya menguras keuangan, tetapi juga memberikan dampak serius terhadap kondisi psikologis dan kesehatan mental para pemainnya. Untuk itu, OJK mengimbau masyarakat agar meningkatkan literasi keuangan dan memahami berbagai risiko judi online, baik dari sisi ekonomi maupun kesehatan mental. Edukasi ini menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah masyarakat terjebak dalam praktik perjudian digital yang dapat merusak kehidupan pribadi, keluarga maupun kondisi sosial.
Sementara itu, Area Micro & Pawning Manager (AMPM) Area, Rudi Irwansyah, menjelaskan, bahwa BSI Cicil Emas merupakan solusi investasi yang aman, mudah, dan sesuai prinsip syariah. Melalui layanan ini, masyarakat dapat membeli emas dengan sistem angsuran sehingga lebih terjangkau dan dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial.
Menurut Rudi, emas memiliki karakteristik sebagai instrumen investasi jangka panjang yang relatif stabil dan mampu menjaga nilai kekayaan dari pengaruh inflasi. Memiliki emas sejak dini menjadi salah satu langkah bijak dalam perencanaan keuangan.
"Melalui BSI Cicil Emas, masyarakat tidak perlu menunggu hingga memiliki dana besar untuk mulai berinvestasi. Cukup dengan uang muka dan angsuran yang ringan, nasabah sudah dapat memiliki emas sebagai aset masa depan," ujarnya.


