![]() |
| Kepala Rutan Takengon, Rusli, panen raya ikan lele digelar bersama pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional. |
Suaradiksi.com. Takengon – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Takengon kembali menunjukkan komitmennya dalam membina warga binaan melalui program produktif. Dipimpin langsung Kepala Rutan Takengon, Rusli, panen raya ikan lele digelar bersama pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional.
Panen lele yang memanfaatkan lahan produktif di lingkungan rutan tersebut berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat. Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara petugas dan warga binaan dalam mengelola program budidaya perikanan yang berorientasi pada pembinaan kemandirian.
Rusli mengatakan, budidaya ikan lele tidak hanya bertujuan menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga menjadi sarana membekali warga binaan dengan keterampilan yang bernilai ekonomi. Melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan, para WBP diharapkan memiliki bekal untuk berwirausaha setelah kembali ke masyarakat.
"Program ini merupakan implementasi nyata dukungan Rutan Takengon terhadap program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah, sekaligus bagian dari pembinaan agar warga binaan memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas," ujarnya.
Program tersebut juga sejalan dengan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang menitikberatkan pada pemberdayaan warga binaan melalui kegiatan produktif dan berkelanjutan.
Melalui panen raya ini, Rutan Takengon menegaskan perannya tidak hanya sebagai tempat menjalani masa pidana, tetapi juga sebagai wadah pembinaan yang membentuk kemandirian, meningkatkan keterampilan, serta mempersiapkan warga binaan menjadi pribadi yang lebih produktif saat kembali ke tengah masyarakat.


