Iklan

Haul Hasan Tiro ke-16, Halim Abe: Perjuangan Belum Selesai, Aceh Harus Terus Bergerak Maju

Redaksi
03 Juni 2026
Last Updated 2026-06-03T13:37:05Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

 


Suaradiksi.com. Lhokseumawe – Peringatan Haul ke-16 Wali Nanggroe Aceh, almarhum Dr. Tgk. Hasan Muhammad di Tiro, LL.D, bukan sekadar ajang mengenang sejarah perjuangan masa lalu. Momentum tersebut dinilai sebagai ruang refleksi untuk meneguhkan kembali komitmen mewujudkan cita-cita besar Aceh yang maju, bermartabat, dan berkeadilan.


Pesan itu disampaikan Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Kuta Pasee, Halim Abe, dalam kegiatan Haul Wali Nanggroe yang digelar di Masjid Jami' At-Tahir Kandang, Desa Meunasah Manyang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Rabu (3/6/2026).


Menurut Halim Abe, 16 tahun setelah kepergian Hasan Tiro, masyarakat Aceh tidak boleh terjebak pada romantisme sejarah semata. Sebaliknya, momentum haul harus menjadi pengingat untuk mengevaluasi perjalanan Aceh sekaligus memperbarui semangat perjuangan sesuai tantangan zaman.


"Enam belas tahun sudah kepergian beliau. Warisan terbesar yang beliau tinggalkan bukanlah cerita heroik semata, melainkan keberanian untuk bermimpi besar tentang masa depan Aceh. Sebuah masa depan yang dibangun di atas persatuan, keadilan, kemakmuran, dan kehormatan rakyatnya," ujar Halim Abe.


Ia menegaskan, kemajuan Aceh tidak cukup diukur dari pembangunan fisik dan infrastruktur. Lebih dari itu, Aceh harus mampu menjaga nilai-nilai keislaman, adat istiadat, budaya, serta marwah yang selama ini menjadi identitas masyarakat Aceh.


Karena itu, penghormatan terbaik kepada Hasan Tiro, kata Halim, bukan hanya melalui doa dan mengenang jasa-jasa beliau setiap tahun. Penghormatan yang sesungguhnya adalah memastikan amanah perjuangan tetap hidup dalam setiap kebijakan, kepemimpinan, dan pengabdian kepada rakyat.


"Perjuangan belum selesai. Bentuknya mungkin telah berubah, namun tujuan besarnya tetap sama, yaitu mewujudkan Aceh yang maju, bermartabat, berkeadilan, serta diridhai Allah SWT," katanya.


Kegiatan haul yang diselenggarakan KPA Wilayah Kuta Pasee tersebut diawali dengan doa bersama dan pemberian santunan kepada anak yatim. Acara kemudian ditutup dengan tausiah yang disampaikan Tgk. Sofyan Mahdi atau yang dikenal sebagai Abon Arongan.


Sementara itu, Wakil Wali Kota Lhokseumawe Husaini menyebut Hasan Tiro sebagai sosok yang memiliki jasa besar bagi bangsa Aceh. Ia berharap peringatan Haul Wali Nanggroe dapat menjadi agenda yang mendapat perhatian khusus agar generasi muda tetap mengenal dan menghargai sejarah perjuangan Aceh.


Selain itu, Husaini juga berharap implementasi butir-butir perdamaian MoU Helsinki dan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) dapat terus dituntaskan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Aceh.


Bagi KPA Wilayah Kuta Pasee, haul ke-16 Hasan Tiro bukan hanya peringatan tahunan, melainkan momentum untuk memastikan cita-cita besar yang pernah diperjuangkan dengan pengorbanan panjang tetap menjadi arah perjalanan Aceh di masa depan.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl