Iklan

KPA Wilayah Kuta Pasee Gelar Haul Wali Nanggroe Yang Ke-16

Redaksi
03 Juni 2026
Last Updated 2026-06-03T12:55:57Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates


Suaradiksi.com. Lhokseumawe - Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Kuta Pasee menggelar Haul Wali Nanggroe Alm. Dr. Tgk. Hasan di Tiro, LL.D yang ke 16. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Jami' At-Tahir Kandang Desa Meunasah Manyang Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe pada Rabu Pagi, (03/06/2026).


Pantauan media ini, kegiatan haul Wali Nanggroe di wilayah Kuta Pase tersebut diawali dengan doa Bersama kemudian santunan anak Yatim. Acara teresebut ditutup dengan taushiyah dari Tgk. Sofyan Mahdi atau Abon Arongan.


Wakil Wali Kota Lhokseumawe Husaini, SE menyebutkan bahwa dengan momentum Haul Wali Nanggroe yang ke-16 ini kita bisa mengenang jasa dari Almarhum, beliau merupakan sosok religi bagi bangsa aceh.


"Beliau merupakan sosok yang sangat berjasa sebagai pendiri kesultanan Aceh, selain itu beliau juga dikenal sebagai sosok pencerah dan otak dari pada bangsa Aceh yang pada saat itu hidup dalam belenggu tekananan," Katanya


Husaini berharap agar kedepannya peringatan Haul Wali Naggroe ini bisa dicetuskan ke dalam UUPA sehingga generasi muda Aceh tetap bisa mengenang sosok Wali Nanggroe. Selain itu, ia juga berharap Pemerintah Pusat Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) agar segera menuntaskan butir-butir perdamaian Mou Helsinki serta UUPA demi kemakmuran masyarakat Aceh.


Disisi lain, Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Kuta Pase Halim Abe menyebutkan dengan peringatan Haul yang Ke 16 ini tidak berhenti pada romantisme masa lalu saja melainkan sebagai ruang refleksi untuk menilai kembali perjalanan Aceh sekaligus memperbarui komitmen terhadap cita-cita besar yang pernah diperjuangkan dengan penuh pengorbanan. Sebab kemajuan Aceh tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan menjaga nilai-nilai keislaman, adat istiadat, budaya, dan marwah yang menjadi jati diri masyarakat Aceh.


"16 tahun sudah kepergian beliau, warisan terbesar yang beliau tinggalkan bukanlah cerita heroik semata, melainkan keberanian untuk bermimpi besar tentang masa depan Aceh. Sebuah masa depan yang dibangun di atas persatuan, keadilan, kemakmuran, dan kehormatan rakyatnya," sebutnya


Oleh karena itu, penghormatan terbaik kepada Tgk. Hasan Muhammad di Tiro tidak cukup diwujudkan dengan mengenang jasa-jasa beliau atau memanjatkan doa semata. Penghormatan yang sesungguhnya adalah memastikan amanah perjuangan tetap hidup dalam setiap kebijakan, kepemimpinan, dan tindakan pengabdian kepada rakyat.


Semoga momentum haul ke-16 ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa Aceh bahwa perjuangan belum selesai. Bentuknya boleh berubah, tetapi tujuan besarnya tetap sama: mewujudkan Aceh yang maju, bermartabat, berkeadilan, serta diridhai Allah SWT — Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl