![]() |
| Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Prabu Dewanto saat memaparkan program PASE Fest 2026, Kamis 5 Maret 2026. Foto : Dedy Syahputra |
Suaradiksi.com. Lhokseumawe - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe akan menggelar PASE Fest 2026 (Pekan Akselerasi Sinergi Ekonomi Syariah) sebagai upaya memperkuat pemulihan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong pengembangan ekonomi syariah di wilayah kerja BI Lhokseumawe.
Kegiatan tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Prabu Dewanto, dalam kegiatan pemaparan program yang berlangsung di Aula Lantai 3 Kantor Perwakilan BI Lhokseumawe, Kamis 5 Maret 2026.
Prabu Dewanto menjelaskan, PASE Fest 2026 dirancang sebagai ruang akselerasi dan sinergi untuk menghidupkan kembali ekonomi masyarakat melalui penguatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perluasan digitalisasi transaksi, serta peningkatan literasi ekonomi dan keuangan syariah.
“PASE Fest bukan sekadar event, tetapi bagian dari upaya bersama untuk memastikan kebangkitan ekonomi daerah yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan,” ujar Prabu.
Ia mengatakan, kegiatan ini mengangkat tema “Ramadhan: Momentum Bangkit Bersama dalam Bingkai Ekonomi Syariah.” Tema tersebut mencerminkan semangat kolaborasi berbagai pihak dalam memanfaatkan momentum Ramadan untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurut Prabu, pelaksanaan PASE Fest juga bertujuan mendukung pemulihan ekonomi pascabencana di sejumlah wilayah, memperkuat sinergi ekonomi syariah, serta menumbuhkan optimisme masyarakat melalui berbagai program.
Adapun fokus kegiatan meliputi peningkatan literasi ekonomi dan keuangan syariah, menjaga stabilitas harga pangan, reaktivasi UMKM, serta mendorong digitalisasi transaksi melalui penggunaan QRIS.
PASE Fest 2026 akan digelar di beberapa kabupaten/kota wilayah kerja BI Lhokseumawe dengan puncak kegiatan berlangsung pada 7–8 Maret 2026 di Kota Lhokseumawe. Kota ini dipilih karena dinilai menunjukkan pemulihan ekonomi yang progresif dan diharapkan dapat menjadi motor penggerak bagi wilayah sekitar.
Pada 7 Maret 2026, rangkaian kegiatan akan diisi dengan bazar UMKM, perlombaan Islami seperti lomba mewarnai, hafalan surat pendek, dan adzan, edukasi belanja bijak, sosialisasi QRIS, PEKA, Cinta Bangga Paham Rupiah (CBP), serta layanan perbankan terbatas.
Sementara pada 8 Maret 2026, kegiatan dilanjutkan dengan bazar UMKM, dakwah ekonomi syariah, penampilan dal cilik, olimpiade ekonomi syariah, hingga acara penutupan.
Selain itu, sejumlah kegiatan pendukung juga akan digelar seperti pasar murah, penukaran uang rupiah, sosialisasi QRIS dan ekonomi syariah, serta edukasi belanja bijak bagi masyarakat.
Prabu Dewanto berharap melalui PASE Fest 2026, kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, pelaku usaha, dan masyarakat dapat semakin kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berbasis nilai-nilai syariah.
“Melalui kegiatan ini kita ingin memperkuat ekosistem ekonomi syariah sekaligus memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang dan memanfaatkan peluang digitalisasi ekonomi,” pungkasnya.


