Suaradiksi.com. Lhokseumawe — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Lhokseumawe menyiapkan uang layak edar (ULE) sebesar Rp2,3 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri 2026. Jumlah tersebut meningkat sekitar 4,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Prabu Dewanto, dalam pemaparan program PASE Fest 2026 di aula lantai 3 kantor setempat, Kamis, 5 Maret 2026.
Prabu Dewanto menjelaskan, peningkatan jumlah uang yang disiapkan dilakukan untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan transaksi masyarakat selama bulan Ramadan hingga perayaan Idul Fitri.
“Bank Indonesia menyiapkan uang layak edar sebesar Rp2,3 triliun untuk wilayah kerja KPwBI Lhokseumawe guna memastikan kebutuhan masyarakat terhadap uang rupiah selama Ramadan dan Idul Fitri dapat terpenuhi,” ujarnya.
Selain itu, BI juga menyediakan 280 titik layanan penukaran uang yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota dalam wilayah kerja BI Lhokseumawe.
Adapun sebaran titik layanan penukaran tersebut meliputi 95 titik di Lhokseumawe, 33 titik di Aceh Utara, serta masing-masing 22 titik di Bireuen, Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Tamiang. Sementara itu, daerah Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara masing-masing disediakan 16 titik layanan penukaran.
Prabu menambahkan, untuk tahun ini paket penukaran uang bagi masyarakat ditetapkan maksimal Rp5,3 juta per orang, meningkat sekitar 23 persen dibandingkan tahun 2025.
Melalui program tersebut, Bank Indonesia berharap masyarakat dapat melakukan penukaran uang secara resmi, aman, dan tertib melalui layanan yang telah disediakan.
“Dengan adanya layanan penukaran resmi ini, masyarakat diharapkan tidak lagi menggunakan jasa penukar uang tidak resmi yang berpotensi merugikan,” tambahnya.
Program PASE Fest merupakan agenda Bank Indonesia untuk memastikan ketersediaan uang rupiah yang layak edar sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat selama bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri.


