![]() |
| Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Lhokseumawe, Taruna Putra Satya |
Suaradiksi.com. Lhokseumawe – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Lhokseumawe yang diperkirakan terjadi pada 11 hingga 20 April 2026.
Peringatan tersebut menyebutkan adanya gangguan atmosfer yang berpotensi menimbulkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini dapat memicu berbagai bencana seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Lhokseumawe, Taruna Putra Satya, mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak panik dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem.
“Informasi dari BMKG ini harus menjadi perhatian bersama. Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan banjir dan kawasan yang berpotensi terjadi longsor,” ujar Taruna Putra Satya.
Ia juga mengingatkan warga agar menghindari aktivitas di luar ruangan saat cuaca buruk, khususnya berteduh di bawah pohon atau baliho yang berisiko roboh akibat angin kencang.
Selain itu, masyarakat diminta untuk mematikan aliran listrik saat terjadi genangan atau banjir guna mencegah bahaya korsleting listrik. Warga juga dianjurkan menyiapkan tas darurat berisi dokumen penting, obat-obatan, serta kebutuhan dasar lainnya.
Taruna Putra Satya menambahkan, Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui instansi terkait, termasuk BPBD Kota Lhokseumawe, terus melakukan pemantauan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.
“Jika terjadi kondisi darurat, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat,” pungkasnya.
Pemerintah berharap masyarakat dapat terus mengikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait sebagai langkah antisipasi demi keselamatan bersama.


