Suaradiksi.com. Lhokseumawe – Rumah Sakit Arun Lhokseumawe tampil sebagai salah satu mitra kunci dalam kegiatan penyuluhan kesehatan masyarakat yang digelar Mahasiswa KKN-PPM Kelompok 54 Universitas Malikussaleh bekerja sama dengan PMI Kota Lhokseumawe. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 6 Februari 2026, di Desa Cot Trieng, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.
Dalam kegiatan ini, RS Arun Lhokseumawe menurunkan tenaga medis untuk memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, seperti pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, serta layanan konsultasi kesehatan. Masyarakat juga menerima obat-obatan sesuai hasil pemeriksaan dan keluhan yang disampaikan.
Dokter umum IGD RS Arun Lhokseumawe, dr. Chairul Ichwan, mengatakan kehadiran rumah sakit dalam kegiatan seperti ini merupakan bagian dari komitmen RS Arun untuk memperluas jangkauan edukasi dan layanan kesehatan dasar.
“Penyuluhan dan pemeriksaan langsung sangat penting untuk deteksi dini masalah kesehatan masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, PMI, dan RS Arun mampu menjangkau warga secara lebih efektif serta memberikan edukasi kesehatan yang sederhana namun sangat bermanfaat,” ujarnya.
Selain layanan pemeriksaan dari tim medis RS Arun, kegiatan ini juga menghadirkan donor darah oleh Unit Donor Darah PMI Lhokseumawe. Antusiasme warga Desa Cot Trieng terlihat sejak pagi, dengan banyak peserta mengikuti rangkaian pemeriksaan hingga turut mendonorkan darah. Kegiatan donor darah ini turut membantu ketersediaan stok darah di PMI Lhokseumawe.
Sebagai bentuk dukungan tambahan, PMI memberikan bahan pangan berupa kacang hijau yang kemudian diolah mahasiswa KKN menjadi bubur kacang hijau dan dibagikan kepada peserta, termasuk pendonor darah, sebagai asupan energi.
Ketua Kelompok 54 KKN-PPM Unimal, Bahgia, mengungkapkan bahwa kolaborasi bersama RS Arun Lhokseumawe sangat membantu pelaksanaan program kesehatan ini. “Kami bersyukur RS Arun berkenan terlibat langsung. Ini memberikan nilai tambah bagi masyarakat karena mereka mendapatkan edukasi dan layanan kesehatan dari tenaga medis profesional,” ujarnya.
Sementara itu, Ronikeusumaranda, S.E., M.Tr.E, Komite Audit UDD PMI Lhokseumawe, menilai sinergi antara mahasiswa, PMI, dan RS Arun merupakan bentuk kolaborasi kemanusiaan yang ideal. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya memberi manfaat kepada masyarakat, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran bagi mahasiswa mengenai pentingnya pelayanan kesehatan dan sosial.
Melalui penyuluhan ini, RS Arun Lhokseumawe berharap partisipasinya dapat memperkuat upaya peningkatan kesehatan masyarakat di wilayah Muara Satu. Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan menjadi contoh positif bagi kegiatan pengabdian masyarakat lainnya di masa depan.


