Suaradiksi.com. Lhokseumawe — Pemerintah Kota Lhokseumawe mulai menyalurkan bantuan dana stimulan untuk perbaikan rumah warga yang rusak akibat bencana hidrometeorologi Siklon Sinyar Tahap I. Penyerahan perdana dilakukan pada Jumat (13/2/2026) sebagai bagian dari penyaluran serentak di seluruh Provinsi Aceh.
Prosesi penyerahan bantuan simbolis dipimpin langsung oleh Wali Kota Dr. Sayuti Abubakar SH MH, dan turut dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, unsur Forkopimda, serta perangkat teknis terkait.
Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak banjir serta cuaca ekstrem yang menyebabkan ratusan rumah mengalami kerusakan, bahkan ada yang kehilangan tempat tinggal.
Dalam sambutannya, Wali Kota Sayuti Abubakar menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat melalui BNPB. Ia menegaskan bahwa kehadiran BNPB di Lhokseumawe menunjukkan komitmen kuat dalam penanggulangan bencana.
“BNPB telah bergerak cepat dan sangat tanggap. Hari ini kita menyaksikan langsung bahwa Kota Lhokseumawe menjadi daerah yang masuk dalam tahap pertama penyaluran bantuan, sehingga proses perbaikan rumah dapat segera dimulai,” ujarnya.
Berdasarkan hasil review BNPB/APIP Pusat, dari total usulan 1.296 rumah rusak, sebanyak 1.275 rumah dinyatakan lolos verifikasi dengan rincian:
74 rumah rusak berat
1.178 rumah rusak sedang
23 rumah rusak ringan
Pada tahap pertama ini, bantuan diberikan kepada kategori rusak sedang dan rusak ringan, yaitu:
Rp30.000.000 untuk rusak sedang
Rp15.000.000 untuk rusak ringan
Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp35,685 miliar.
Menanggapi adanya masyarakat yang belum masuk daftar penerima tahap pertama, Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa proses pendataan masih terus berlanjut.
“Bagi masyarakat terdampak bencana yang belum terdaftar pada tahap pertama, masih bisa diajukan kembali pada tahap berikutnya. Dengan demikian, seluruh masyarakat terdampak akan mendapatkan bantuan tersebut. Kami meminta masyarakat untuk bersabar menunggu proses pengusulan lanjutan,” ujar Suharyanto.
Ia menambahkan bahwa pencairan dana dilakukan dalam dua tahap: 80% pada tahap awal, dan 20% sisanya pada tahap berikutnya. Pelaksanaan perbaikan rumah juga akan didampingi tim teknis yang dikoordinasikan oleh BPBD Kota Lhokseumawe.
Wali Kota Sayuti juga mengingatkan agar bantuan digunakan secara benar dan tepat sasaran.
“Ini amanah pemerintah. Jangan diselewengkan. Jangan sampai membuat malu Kota Lhokseumawe di hadapan pemerintah pusat,” tegasnya.
Bagi warga penerima manfaat, bantuan ini tidak hanya berbentuk angka dan nominal, tetapi juga harapan untuk kembali membangun rumah, mengganti atap yang hilang, serta menghadirkan ruang aman bagi keluarga.
Pemerintah Kota Lhokseumawe berharap seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lancar, dan masyarakat dapat segera bangkit menata kehidupan pascabencana.


