Suaradiksi.com. Jakarta – Momen membanggakan mewarnai prosesi wisuda Universitas Nasional (UNAS) yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (31/5/2026). Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau yang lebih dikenal sebagai Haji Uma, resmi meraih gelar Magister Ilmu Politik (M.Sos) dengan predikat cumlaude.
Pada kesempatan yang sama, putranya, Alfa Khalil Ikram, juga diwisuda setelah menyelesaikan pendidikan Sarjana Ilmu Komunikasi.
Wisuda ayah dan anak dalam satu momentum tersebut menjadi simbol kuatnya semangat menuntut ilmu di tengah berbagai tantangan dan kesibukan. Bagi Haji Uma, capaian akademik ini merupakan hasil dari perjuangan panjang selama kurang lebih dua tahun menempuh pendidikan magister, di sela-sela tugas dan tanggung jawabnya sebagai anggota DPD RI.
Rasa syukur pun diungkapkan Haji Uma atas keberhasilan yang diraihnya. Ia menilai pencapaian tersebut tidak terlepas dari rahmat Allah SWT, dukungan keluarga, serta kerja keras yang dijalani selama masa perkuliahan.
“Alhamdulillah, atas rahmat dan ridha Allah SWT, perjuangan selama kurang lebih dua tahun akhirnya membuahkan hasil dengan diraihnya gelar Magister Ilmu Politik. Semoga ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Haji Uma usai mengikuti prosesi wisuda.
Pada Program Studi Ilmu Politik, Haji Uma berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,74 dan berhak menyandang predikat cumlaude. Sementara itu, putranya, Alfa Khalil Ikram, turut menuntaskan pendidikan sarjana di bidang Ilmu Komunikasi.
Prosesi wisuda UNAS tahun ini diikuti oleh 1.838 lulusan dari berbagai program studi dan jenjang pendidikan. Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Gubernur Lemhannas TB Ace Hasan Syadzily, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Bagi Haji Uma, pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas diri sekaligus memperkuat kualitas pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, semangat belajar harus terus dijaga, meskipun seseorang memiliki aktivitas dan tanggung jawab yang padat.
Ia menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar sarana memperoleh gelar akademik, melainkan bekal untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan negara.
Lebih jauh, Haji Uma berharap momen wisuda bersama putranya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Aceh untuk terus mengejar pendidikan setinggi mungkin. Menurutnya, belajar adalah proses yang tidak mengenal batas usia dan harus terus dilakukan demi menciptakan masa depan yang lebih baik.
“Semoga capaian ini dapat memotivasi generasi muda Aceh untuk terus menuntut ilmu, mengembangkan diri, dan tidak pernah berhenti belajar,” harapnya.


