Suaradiksi.com. Lhokseumawe – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe terus memperkuat perannya dalam memberikan edukasi dan pelayanan kepada masyarakat melalui kegiatan Imigrasi Goes to Campus yang digelar di lingkungan Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman civitas akademika mengenai keimigrasian sekaligus mengantisipasi bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Subseksi Teknologi dan Informasi Keimigrasian, Dino Fahrenzky, memaparkan berbagai materi terkait tugas dan fungsi keimigrasian, prosedur perjalanan ke luar negeri yang aman dan sesuai aturan, serta modus-modus yang kerap digunakan pelaku TPPO dan TPPM untuk menjerat korban.
Melalui sosialisasi ini, mahasiswa dan civitas akademika diharapkan mampu mengenali potensi risiko yang dapat dihadapi saat berencana bekerja, belajar, maupun melakukan aktivitas di luar negeri, sehingga dapat mengambil keputusan secara lebih bijak dan aman.
Tak hanya memberikan edukasi, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe juga menghadirkan layanan Pedang Pora (Petugas Datang Melayani Paspor Anda). Program inovatif ini memungkinkan masyarakat mengajukan permohonan paspor secara kolektif tanpa harus datang langsung ke kantor imigrasi.
Pada kesempatan tersebut, layanan Pedang Pora dimanfaatkan untuk memfasilitasi pengurusan paspor mahasiswa UNIKI yang akan mengikuti program Study Tour ke luar negeri. Kehadiran layanan ini dinilai mampu mempermudah proses administrasi, mempercepat pelayanan, serta mendukung kelancaran persiapan keberangkatan para peserta.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui akses yang lebih mudah terhadap layanan keimigrasian dan kesempatan memperoleh pengalaman internasional.
Melalui kombinasi edukasi dan pelayanan langsung kepada masyarakat, Imigrasi hadir tidak hanya sebagai institusi yang mengurus dokumen perjalanan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendukung kemajuan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mahasiswa aktif mengikuti sesi sosialisasi, berdiskusi terkait isu keimigrasian, serta memanfaatkan layanan Pedang Pora yang disediakan.
Kegiatan Imigrasi Goes to Campus dan layanan Pedang Pora ini menjadi wujud nyata komitmen Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe dalam menghadirkan pelayanan yang profesional, mudah diakses, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Program tersebut juga sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, melalui semangat "Imigrasi untuk Rakyat", yang menekankan pentingnya pelayanan publik yang responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.


