Iklan

Perang Tanpa Kompromi! Lapas Lhokseumawe Deklarasi Bersih Narkoba dan HP Ilegal, Petugas hingga WBP Dites Urine

Redaksi
08 Mei 2026
Last Updated 2026-05-08T07:33:23Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

 

Petugas Lapas Kelas IIA Lhokseumawe deklarasi “Pemasyarakatan Bersih"

Suaradiksi.com. Lhokseumawe – Komitmen memberantas narkoba, handphone ilegal, dan praktik penipuan di lingkungan pemasyarakatan digaungkan dengan tegas oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Lhokseumawe, Jumat (08/05).


Tidak sekadar seremonial, deklarasi “Pemasyarakatan Bersih” itu langsung dibarengi razia gabungan kamar hunian serta tes urine bagi petugas dan warga binaan pemasyarakatan (WBP).


Suasana di dalam lapas pagi itu tampak berbeda. Di balik jeruji besi dan tembok tinggi, seluruh jajaran petugas berdiri bersama para WBP mengucapkan ikrar perang tanpa kompromi terhadap narkoba, handphone ilegal, dan segala bentuk penipuan yang mencoreng marwah pemasyarakatan.


Kegiatan apel bersama dan ikrar tersebut turut dihadiri unsur aparat penegak hukum, di antaranya Badan Narkotika Nasional Kota Lhokseumawe serta Kepolisian Resor Lhokseumawe yang diwakili Kepala Satuan Sabhara.


Kalapas Lhokseumawe dalam amanatnya menegaskan bahwa narkoba, handphone ilegal, dan penipuan bukan persoalan kecil yang bisa ditoleransi di dalam lapas.


“Jangan pernah menganggap narkoba, handphone ilegal, dan penipuan sebagai persoalan sepele. Dari hal kecil itulah kehancuran bisa lahir. Hari ini kita berdiri bukan hanya mengucapkan ikrar, tetapi memastikan pemasyarakatan benar-benar menjadi tempat pembinaan, bukan tempat berkembangnya pelanggaran,” tegas Kalapas.

Petugas Lapas Kelas IIA Lhokseumawe merazia blok hunian warga binaan 


Menurutnya, integritas petugas dan kesadaran warga binaan menjadi benteng utama menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan. Ia menekankan, lapas harus menjadi simbol perubahan dan harapan, bukan ruang gelap yang dipenuhi praktik menyimpang.


Apresiasi juga datang dari Kepala BNN Kota Lhokseumawe yang menilai langkah terbuka dan tegas tersebut sebagai bentuk keberanian institusi dalam membersihkan diri dari ancaman narkoba.


“Apa yang dilakukan hari ini bukan sekadar kegiatan simbolis. Ini adalah bentuk keseriusan dan keberanian institusi untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa perang terhadap narkoba benar-benar dijalankan,” ujarnya.

Petugas Lapas Kelas IIA Lhokseumawe usai melakukan tes urine 


Usai apel dan pembacaan ikrar, petugas gabungan langsung bergerak melakukan razia kamar hunian warga binaan. Setiap sudut kamar diperiksa secara teliti guna memastikan tidak ada barang terlarang yang disembunyikan.


Tak hanya WBP, seluruh petugas lapas juga ikut menjalani tes urine. Langkah ini menjadi pesan kuat bahwa komitmen pemberantasan narkoba dimulai dari internal institusi sendiri, tanpa pengecualian dan tanpa perlindungan terhadap pelanggaran.


Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa perubahan di lingkungan pemasyarakatan tidak cukup hanya dengan slogan, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, pengawasan ketat, dan keberanian untuk terus berbenah.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl