Iklan

Korban Banjir Aceh Utara Menjerit, Bantuan Tak Kunjung Cair: “Jangan Omdo, Pak Presiden!”

Redaksi
03 Mei 2026
Last Updated 2026-05-03T08:13:40Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

 

Warga memperlihatkan kondisi rumahnya rusak parah pasca banjir di Aceh Utara pada 2025 lalu

Suaradiksi.com. Aceh Utara – Harapan para penyintas banjir di Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, untuk segera bangkit dari keterpurukan kian memudar. Hingga kini, dana bantuan stimulan pascabanjir yang dijanjikan pemerintah belum juga cair, meski pendataan kerusakan telah dilakukan berulang kali.


Salah satu korban, H. M. Yusuf Hasan, mengungkapkan bahwa rumahnya rusak parah dan usaha doorsmeer miliknya kini lumpuh total akibat terjangan banjir. Seluruh peralatan rusak parah terendam air, bahkan sebagian hilang terbawa arus.


“Pasca banjir, rumah saya rusak berat dan perabotan tidak bisa dipakai lagi, bahkan doorsmeer saya tidak bisa jalan lagi. Semua peralatan rusak, ada juga yang hilang. Kami benar-benar terpukul,” ujar Yusuf, Rabu (29/4/2026).

Kondisi doorsmeer milik salah satu korban penyintas banjir di Aceh Utara 


Tak hanya kehilangan sumber penghasilan, Yusuf juga mengaku terpaksa berhutang untuk menghidupkan kembali usaha doorsmeer dan cafe miliknya agar dapat kembali memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ironisnya, hingga hampir setengah tahun pasca banjir ia belum menerima bantuan apa pun, meskipun aparat desa dan pihak kementerian telah melakukan pendataan hingga lebih tiga kali.


“Janji bantuan itu sampai sekarang tidak jelas. Kami ini seperti cuma dikasih harapan kosong. Terpaksa harus berhutang untuk bertahan hidup,” keluhnya.


Di Gampong Blang Pria Geudong, usaha Doorsmeer 53 dan kafe milik Yusuf menjadi salah satu contoh nyata dampak kerusakan akibat banjir. Ia memperkirakan total kerugian mencapai ratusan juta, mencakup kerusakan bangunan, mesin pompa, peralatan usaha, hingga perabotan.



Keterlambatan penyaluran bantuan dinilai sangat menghambat proses pemulihan ekonomi warga. Sebagian besar korban kehilangan harta benda dan modal usaha, sehingga sangat bergantung pada bantuan pemerintah untuk memulai kembali kehidupan mereka.


“Kami sudah menunggu berbulan-bulan sejak air surut. Tapi belum ada kepastian kapan bantuan cair. Sementara kami butuh biaya untuk perbaikan rumah dan usaha. Yang sangat disayangkan, pemerintah tidak menerima bantuan pihak luar sementara pemerintah sendiri tidak mampu untuk memulihkan ekonomi warga pasca banjir,” tambah Yusuf.


Kekecewaan warga pun kian memuncak. Sejumlah tokoh masyarakat setempat bahkan menyuarakan kritik keras kepada pemerintah pusat. Mereka meminta Presiden Prabowo Subianto tidak sekadar memberikan janji tanpa realisasi.


“Jangan hanya omong doang (omdo). Masyarakat butuh bukti nyata, bukan sekadar janji. Kami ini korban bencana, bukan untuk dipermainkan,” tegas salah satu tokoh masyarakat.


Selain itu, warga juga mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Utara agar lebih transparan terkait kendala yang menyebabkan bantuan tersebut belum disalurkan. Mereka berharap proses birokrasi yang berbelit tidak menjadi penghambat hak para korban.



“Kami minta pemerintah jujur, apa sebenarnya kendalanya. Jangan sampai administrasi yang rumit membuat kami semakin lama menderita,” tutup Yusuf.



Hingga berita ini diturunkan, para penyintas banjir di Kecamatan Samudera masih menunggu langkah konkret dari pemerintah. Tanpa kepastian bantuan, proses pemulihan dikhawatirkan akan semakin berlarut-larut dan memperdalam kesulitan ekonomi masyarakat terdampak.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl