![]() |
| Dr. Chaidir berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen berpredikat cumlaude melalui jalur publikasi jurnal internasional bereputasi Quartile 1 (Q1). |
Suaradiksi.com. Banda Aceh - ASN Pemerintah Aceh, Dr. Chaidir berhasil menorehkan prestasi akademik membanggakan dengan meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen berpredikat cumlaude melalui jalur publikasi jurnal internasional bereputasi Quartile 1 (Q1).
Dalam prosesi wisuda yang berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala, Chaidir tercatat sebagai salah satu lulusan dengan capaian akademik tertinggi. Jalur doktor berbasis publikasi Q1 sendiri dikenal memiliki standar akademik ketat karena menuntut riset berkualitas tinggi, kebaruan ilmiah, serta lolos proses peer review internasional.
Disertasi yang diangkat berjudul “Peran Digital Leadership dalam Peningkatan Kinerja Akademik Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Berbasis Smart School di Provinsi Aceh”. Penelitian tersebut menyoroti pentingnya kepemimpinan digital dalam mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi sekaligus meningkatkan kualitas akademik siswa di era digital.
Selama menempuh studi doktoral, Chaidir dibimbing oleh Prof. Dr. M. Shabri sebagai promotor, didampingi Prof. Dr. Mahdani dan Prof. Dr. Muslim selaku co-promotor.
Chaidir menyampaikan rasa terima kasih kepada para promotor atas bimbingan dan dukungan akademik selama proses penyelesaian studi.
“Bimbingan, motivasi, dan masukan ilmiah dari para promotor menjadi bagian penting dalam penyelesaian studi ini. Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi yang diberikan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Aceh yang telah memberikan izin dan kesempatan bagi ASN untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktoral.
Menurutnya, dukungan terhadap peningkatan kapasitas aparatur menjadi langkah penting dalam menciptakan ASN yang profesional, adaptif, dan mampu bersaing di tengah perkembangan zaman.
Selain aktif di dunia akademik, Chaidir juga memiliki pengalaman panjang di lingkungan birokrasi Pemerintah Aceh. Ia pernah bertugas di sejumlah instansi strategis seperti Bappeda Aceh, Dinas Pendidikan Aceh, Badan Pengelolaan Keuangan Aceh, hingga kini mengabdi di Dinas Sosial Aceh.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengabdian di birokrasi dapat berjalan seiring dengan pengembangan keilmuan dan budaya riset. Peningkatan kapasitas akademik ASN juga diharapkan mampu melahirkan kebijakan publik yang lebih inovatif, adaptif, dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Sumber: https://aceh.tribunnews.com/nanggroe/1026488/asn-aceh-raih-doktor-lewat-publikasi-jurnal-q1-lulus-cumlaude


