![]() |
| Danramil 08/Lhoksukon, Kapten Infanteri Zulkhaizir saat Peusijuk (tepungtawari) jembatan darurat tipe Bailey di Desa Blang Reubek, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara |
Suaradiksi.com. Aceh Utara – Setelah berbulan-bulan terisolasi akibat terjangan banjir besar, harapan akhirnya kembali menyapa warga Kecamatan Lhoksukon. TNI Angkatan Darat merampungkan pembangunan jembatan darurat tipe Bailey di Desa Blang Reubek, yang kini menjadi urat nadi baru bagi aktivitas masyarakat.
Peresmian yang berlangsung pada Jumat pagi (3/4/2026) itu dipimpin oleh Danramil 08/Lhoksukon, Kapten Infanteri Zulkhaizir. Momentum ini tak sekadar seremoni, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan warga pascabencana yang sempat melumpuhkan akses vital sejak akhir November 2025.
Jembatan yang diberi nama “Garuda” tersebut hadir sebagai solusi cepat atas rusaknya infrastruktur akibat banjir. Selama berbulan-bulan, warga dari sejumlah desa harus berjibaku dengan keterbatasan akses untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Mewakili Komandan Kodim 0103/Aceh Utara, Letkol Arh Jamal Dani Arifin, Kapten Zulkhaizir menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara melalui TNI dalam membantu masyarakat di wilayah terdampak bencana.
“Pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi antara TNI dan masyarakat. Kita bersyukur jembatan Bailey ini dapat diselesaikan dan langsung dimanfaatkan,” ujarnya.
Secara teknis, jembatan Garuda memiliki panjang 30 meter dan lebar 4,5 meter, dengan kapasitas beban mencapai 20 ton. Proses pembangunannya melibatkan personel gabungan dari Yonzipur 16, Yonzipur 6, Koramil 08/Lhoksukon, Kodim 0103/Aceh Utara, serta Brigif 25 Siwah.
Keberadaan jembatan ini diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dari sejumlah desa seperti Blang Reubek, Blang Aman, Mata Ie, hingga Mata U. Selain itu, akses menuju pusat kecamatan, layanan kesehatan, dan pasar kini kembali terbuka.
Kapten Zulkhaizir juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas tersebut agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
Sementara itu, Kepala Desa Blang Reubek, Zulkarnaeni, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas perhatian dan bantuan yang diberikan.
“Jembatan ini sangat penting bagi kami. Sekitar 15 desa bergantung pada akses ini untuk keperluan sehari-hari, mulai dari ekonomi hingga layanan kesehatan,” ungkapnya.
Kini, dengan berdirinya Jembatan Garuda, denyut kehidupan di Lhoksukon perlahan kembali normal yang menghubungkan harapan, mempercepat pemulihan, dan menguatkan kebersamaan di tengah ujian bencana.


