Iklan

Normalisasi Waduk Pusong, Kadis PUPR Pastikan Petani Keramba Tak Ditinggalkan

Redaksi
04 April 2026
Last Updated 2026-04-04T08:55:10Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Lhokseumawe, Said Bachtiar, saat meninjau Waduk Reservoir Pusong. Foto: Istimewa 


Suaradiksi.com. Lhokseumawe — Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Lhokseumawe, Said Bachtiar, menegaskan bahwa langkah normalisasi Waduk Reservoir Pusong merupakan kebutuhan mendesak demi keselamatan kota, tanpa mengabaikan nasib para petani keramba yang terdampak.


Ia memastikan, Pemerintah Kota Lhokseumawe telah menyiapkan solusi agar para petani tetap memiliki sumber penghasilan pasca penertiban. Upaya tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi lintas dinas, khususnya bersama Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Pangan (DKPPP).


“Para petani keramba tidak akan ditinggalkan. Mereka akan dibentuk dalam kelompok usaha dan diberikan pendampingan hingga bisa kembali produktif dan meningkatkan perekonomian,” ujar Said Bachtiar.


Menurutnya, normalisasi waduk bukan sekadar penataan kawasan, melainkan bagian dari upaya vital mengembalikan fungsi utama waduk sebagai penampungan limbah cair rumah tangga sekaligus pengendali banjir di pusat kota. Ia menjelaskan bahwa secara geografis, kawasan pusat Kota Lhokseumawe berada lebih rendah dari permukaan laut, sehingga keberadaan waduk sangat krusial dalam sistem pengendalian air.


Said juga mengungkapkan bahwa kondisi waduk saat ini telah mengalami pendangkalan cukup parah, terutama pasca banjir besar yang melanda pusat kota pada akhir tahun lalu. Bahkan, sejak dibangun sekitar dua dekade lalu, waduk tersebut belum pernah dilakukan pengerukan secara menyeluruh.


“Ini bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan mendesak. Jika tidak segera dinormalisasi, risiko banjir di pusat kota akan terus meningkat,” tegasnya.


Meski sempat mendapat penolakan dari sebagian warga di Gampong Keude Aceh dan Gampong Pusong, Kecamatan Banda Sakti, pemerintah memastikan seluruh tahapan telah dilakukan, mulai dari sosialisasi bersama aparat gampong hingga dukungan pengamanan dari Polres Lhokseumawe.


Ke depan, selain mengembalikan fungsi utama waduk, kawasan Waduk Pusong juga direncanakan menjadi destinasi wisata yang bersih dan tertata. Pemerintah berharap dukungan masyarakat agar program ini berjalan lancar dan memberi manfaat jangka panjang bagi Kota Lhokseumawe.


Sumber : pujatv

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl