![]() |
| Ist |
Suaradiksi.com. Aceh Utara - Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kabupaten Aceh Utara mencatat stok ternak untuk kebutuhan tradisi meugang Ramadan tahun ini hanya mencapai 3.573 ekor, atau turun hampir setengah dari tahun sebelumnya yang mencapai 6.121 ekor.
Penurunan ini merupakan dampak signifikan dari bencana banjir besar yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Cut Teti Udiati, menjelaskan bahwa banjir membuat banyak peternak mengalami kerugian hingga berimbas pada minimnya ketersediaan ternak.
“Dengan musibah yang melanda Aceh Utara, jumlah persediaan ternak tahun ini memang berkurang. Biasanya selain pasokan dari luar daerah, kami juga mengandalkan ternak dari masyarakat,” ujar Cut.
Meski mengalami penurunan tajam, Cut memastikan stok yang tersedia masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan meugang Ramadan. Namun ia mengakui jumlahnya jauh di bawah kondisi normal tahun-tahun sebelumnya.
Pihak dinas, kata Cut, terus melakukan pendampingan bagi peternak agar mampu bangkit pascabanjir, termasuk memperbaiki kesehatan ternak dan mendorong program perkawinan ternak secara inseminasi buatan.
“Harapannya jumlah ternak kembali meningkat seperti sebelumnya sehingga perekonomian masyarakat ikut pulih. Untuk harga sejauh ini masih relatif stabil, meski hasil survei menunjukkan daya beli masyarakat berpotensi menurun,” terangnya.
Menjelang meugang, petugas juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan seperti tahun-tahun sebelumnya guna memastikan daging yang beredar memenuhi standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).
Adapun rincian ketersediaan ternak untuk meugang tahun ini meliputi:
- Sapi jantan: 2.202 ekor
- Sapi betina tidak produktif: 499 ekor
- Sapi Australia: 283 ekor
- Kerbau jantan: 393 ekor
- Kerbau betina tidak produktif: 196 ekor
Total keseluruhan mencapai 3.573 ekor.


