Iklan

Inflasi Terkendali, BI Lhokseumawe Genjot UMKM dan Digitalisasi Ekonomi

Redaksi
23 September 2025
Last Updated 2025-09-23T01:52:10Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

 

Kepala BI Lhokseumawe, Prabu Dewanto

Suaradiksi.com. Lhokseumawe – Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat sinergi menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Menyambut momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, rangkaian kegiatan pasar murah hingga sidak pasar digelar demi menekan lonjakan harga pangan.


Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Lhokseumawe pada Agustus 2025 mencapai 4,32% (yoy). Komoditas utama penyumbang inflasi di antaranya bawang merah, daging ayam ras, beras, cabai merah, dan ikan bandeng. Faktor pendorongnya mulai dari tingginya biaya pakan ayam, terbatasnya pasokan beras akibat belum musim panen, hingga lonjakan permintaan ikan bandeng saat perayaan Maulid.


Untuk mengantisipasi kondisi ini, TPID Lhokseumawe menggelar 11 kali pasar murah, termasuk pasar tani dan pasar beras murah, sepanjang akhir Agustus hingga September. Bersama Bulog, distribusi beras SPHP juga ditingkatkan untuk menjamin kecukupan pasokan.


Kepala BI Lhokseumawe, Prabu Dewanto, menegaskan pihaknya akan terus menjalankan strategi pengendalian inflasi melalui kerangka 4K: Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. “Seluruh strategi ini hanya akan berjalan optimal bila ada sinergi TPID dan dukungan masyarakat,” ujarnya.


Tak hanya fokus pada inflasi, BI Lhokseumawe juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pembinaan UMKM. Saat ini terdapat 27 UMKM binaan yang aktif mengikuti kurasi nasional hingga tampil di berbagai event untuk memperluas akses pasar. BI juga membina kelompok pra-UMKM agar lebih inklusif.


Di sisi lain, ekonomi syariah ikut menjadi prioritas. BI Lhokseumawe mendukung pelatihan kemandirian pondok pesantren, penguatan literasi keuangan syariah, hingga pengembangan Zona KHAS (Kuliner Halal Aman Sehat). Pelatihan sertifikasi halal produk makanan dan juru sembelih halal juga dilakukan untuk memperluas ekosistem ekonomi syariah di daerah mayoritas muslim ini.


Perubahan gaya transaksi masyarakat turut mendorong BI mempercepat digitalisasi sistem pembayaran. Saat ini terdapat lebih dari 89 ribu merchant menggunakan QRIS di wilayah kerja BI Lhokseumawe. Hingga Juli 2025, tercatat 5,53 juta transaksi QRIS dengan total nominal mencapai Rp567,8 miliar.


Langkah strategis lain adalah implementasi QRIS Dinamis PBB 2.0 hasil kerja sama dengan Pemko Lhokseumawe, sebagai upaya memperluas elektronifikasi transaksi pemerintah sekaligus mendekatkan layanan digital kepada masyarakat.


Dengan berbagai langkah ini, BI Lhokseumawe berharap keseimbangan antara stabilitas inflasi dan pertumbuhan ekonomi daerah dapat terus terjaga.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl