Suaradiksi.com. Lhokseumawe — Upaya menjadikan Gampong Pusong sebagai kawasan permukiman yang sehat, tertata, dan layak huni mulai digerakkan Pemerintah Kota Lhokseumawe. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemko menggelar paparan perencanaan peremajaan kawasan permukiman kumuh yang secara langsung melibatkan masyarakat setempat.
Kegiatan sosialisasi ini difokuskan pada warga Dusun II dan Dusun III, yang menjadi lokasi tahap awal penataan kawasan. Langkah ini menandai komitmen Pemko Lhokseumawe untuk menjadikan masyarakat bukan sekadar objek pembangunan, melainkan mitra utama sejak tahap perencanaan.
Program peremajaan kawasan Pusong merupakan bagian dari visi Wali Kota Lhokseumawe dalam menciptakan lingkungan permukiman pesisir dan kawasan padat penduduk yang lebih sehat, nyaman, dan berkelanjutan. Tidak hanya memperbaiki wajah kawasan, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Paparan perencanaan disampaikan oleh Kepala Dinas PUPR Kota Lhokseumawe melalui Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman, Furqan, ST., MSM., IP. Dalam pemaparannya, Furqan menegaskan bahwa keberhasilan program sangat ditentukan oleh dukungan dan keterlibatan aktif warga.
“Peremajaan kawasan ini tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga membangun lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Untuk itu, kami membutuhkan kesepahaman dan partisipasi penuh dari masyarakat,” ujar Furqan.
Melalui dialog dan paparan perencanaan ini, Pemko Lhokseumawe berharap terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah dan warga. Dengan kolaborasi tersebut, penataan kawasan permukiman di Gampong Pusong diharapkan dapat berjalan optimal dan menjadi contoh transformasi kawasan kumuh menuju permukiman yang lebih manusiawi dan tertata.
Sumber : https://www.nanggroe.media/


