![]() |
| Kantor Pengadilan Negeri Lhokseumawe. Foto : Ist |
Suaradiksi.com. Lhokseumawe – Sejumlah warga yang menghadiri persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe mengeluhkan pelayanan yang dinilai kurang optimal. Selain itu, mereka juga menyayangkan kurangnya penerapan syariat Islam di lingkungan lembaga peradilan tersebut.
Salah satu warga, Aldo, menyampaikan keluhannya terkait keterlambatan jadwal sidang yang sering terjadi. Menurutnya, jadwal sidang yang seharusnya dimulai pukul 09.00 WIB, kerap kali molor hingga siang hari.
"Seringkali jadwal sidang molor. Hari ini saja sudah pukul 13.00 WIB tapi belum juga dimulai. Padahal ini fasilitas umum, namun di sini bahkan tidak tersedia mushalla untuk shalat," ujar Aldo saat ditemui di halaman PN Lhokseumawe, Selasa (29/7/2025).
Aldo juga menyoroti penerapan syariat Islam di lingkungan kantor PN Lhokseumawe yang menurutnya kurang diperhatikan. Ia menilai ada pegawai yang tidak mengenakan jilbab, yang dinilai bertentangan dengan norma-norma lokal di Aceh.
"Meski mungkin ada pegawai yang non-Muslim, seharusnya tetap menghormati aturan di Aceh sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam," tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara PN Lhokseumawe, Budi Sunandar, menjelaskan bahwa keterlambatan jadwal persidangan biasanya disebabkan oleh keterlambatan pihak kejaksaan. Ia menyebut pihaknya telah memberikan teguran agar hal serupa tidak terus berulang.
"Memang sering terlambat karena jaksa belum hadir tepat waktu. Kami sudah menyampaikan teguran ke pihak kejaksaan agar hal ini bisa diperbaiki," kata Budi.
Terkait kritik mengenai busana pegawai non-Muslim, Budi menjelaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk memaksakan penggunaan jilbab kepada pegawai non-Muslim.
"Karena yang bersangkutan non-Muslim, kami tidak bisa memaksakan penggunaan jilbab. Namun demikian, kami tetap menghargai masukan masyarakat," ujarnya.
Budi juga menambahkan bahwa pihak PN Lhokseumawe sedang melakukan pembenahan fasilitas, termasuk rencana pembangunan mushalla agar kebutuhan ibadah pengunjung dan pegawai Muslim dapat terpenuhi.


