Iklan

Ini Tanggapan PT PIM Terkait Insiden Paparan dari Pabrik H2O2

Redaksi
07 Januari 2025
Last Updated 2025-01-07T10:33:59Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

 


Suaradiksi.com. Lhokseumawe - Vice President TJSL & Humas PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Saiful Rakjab, menyampaikan permohonan maaf atas insiden paparan aroma tidak sedap dari Pabrik H2O2 yang terjadi pada Senin, 6 Januari 2025, pukul 17.30 WIB.


Dalam keterangannya, Saiful menjelaskan bahwa paparan tersebut berasal dari solven, bahan kimia yang digunakan dalam produksi H2O2, dan bukan amoniak seperti yang sempat beredar di masyarakat.


Saiful menjelaskan bahwa aroma tersebut terjadi akibat curah hujan yang tinggi sehingga kolam penampungan solven meluap, dan pompa yang bertugas mengembalikan solven ke proses produksi tidak cukup cepat untuk mengatasi volume yang meningkat. Akibatnya, sebagian solven keluar dari kolam dan menyebabkan aroma tidak sedap yang terbawa angin ke lingkungan sekitar perusahaan.


Sebanyak 10 warga yang terdampak insiden ini dilarikan ke RS Prima Inti Medika untuk mendapatkan perawatan. "Tim medis segera melakukan observasi, memberikan pengobatan, serta vitamin kepada warga yang terdampak. Pada pukul 22.00 WIB, seluruh warga yang dirawat telah diperbolehkan pulang dalam kondisi stabil," ujar Saiful.


Sebagai langkah tindak lanjut, PT PIM telah mengevaluasi performa pompa dan beberapa aspek teknis lainnya untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Selain itu, tim Humas dan unit terkait terus berkoordinasi dengan masyarakat untuk memastikan pemulihan berjalan dengan baik serta memberikan dukungan penuh.


"PT Pupuk Iskandar Muda berkomitmen untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat sekitar. Kami juga terus meningkatkan standar operasional demi mencegah kejadian serupa," tegas Saiful.


Saiful juga menyampaikan bahwa PT PIM akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan optimal dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat. "Kami berterima kasih atas pengertian dan kerja sama masyarakat. Keselamatan dan kenyamanan bersama adalah prioritas kami," tutupnya.


Diberitakan sebelumnya, Bau menyengat diduga berasal dari hidrogen peroksida (H2O2) tercium di sekitar area PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Lhokseumawe. Kejadian ini mengakibatkan sejumlah warga mengalami keluhan kesehatan hingga tumbang pada Senin, 6 Januari 2025 malam.


Mereka diduga mengalami keracunan akibat menghirup senyawa kimia (H2O2) dengan bau menyengat yang diduga berasal perusahaan BUMN yang berada disekitar Gampong Tamboh Baroh, Kecamatan Dewantara Aceh Utara itu.


Hidrogen peroksida (H2O2) merupakan senyawa kimia yang terdiri dari hidrogen dan oksigen. Dalam kondisi tertentu, H2O2 dapat dilepaskan dari mitokondria akibat pengaruh inhibitor tioredoksin reduktase (TRR) seperti auranofin, yang diketahui memicu pelepasan H2O2 secara signifikan.  


Vice President TJSL & Humas PT PIM, Saiful Rakjab membenarkan insiden ini saat dikonfirmasi. "Benar, ada bau H2O2 tercium di sekitar area PIM. Alhamdulillah, korban yang terdampak sudah membaik dan dapat kembali ke rumah tadi malam,"kata Saiful Rakjab melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa 7 Januari 2025.


Namun, ketika dimintai keterangan lebih lanjut mengenai jumlah pasti korban yang terpapar, Saiful Rakjab enggan memberikan komentar.  


Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi terkait penyebab pasti keluarnya bau H2O2 serta langkah mitigasi yang dilakukan untuk mencegah insiden serupa di masa depan. | Rafsanjani, Kontributor Aceh Utara 

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl