![]() |
| SKK Migas |
Suaradiksi.com. Pekanbaru - SKK Migas Perwakilan Sumbagut mempunyai tugas untuk melaksanakan fasilitasi dan kelancaran operasi KKKS dan pemenuhan administrasi perizinan KKKS di 5 Provinsi dan 34 Kabupaten/Kota serta turut melaksanakan pengelolaan hubungan masyarakat dan lembaga/institusi.
Kontribusi Tahun 2024: Menjadi Penopang Produksi Energi Nasional
Sebagai bagian dari tugas mulia mendukung ketahanan energi nasional, SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) terus berkontribusi signifikan dalam operasi hulu migas di lima provinsi: Riau, Kepulauan Riau, DI Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat serta 34 Kabupaten/Kota.
Dengan memegang 30% dari total produksi nasional, wilayah kerja Sumbagut berhasil mencatat produksi rata-rata mencapai 181.828 BOPD pada tahun 2024.
Dalam rangka mendukung peningkatan cadangan migas nasional, sebanyak 1800 sumur telah dikembangkan selama tiga tahun terakhir. Tingkat realisasi pengeboran mencapai 88,85% pada tahun 2024, dengan berbagai proyek strategis seperti 6 project telah anstream di 2024 menjadi support dalam mempertahankan produksi minyak dan gas nasional di provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
Di Riau project tersebut adalah MSTB (ITA), Booster Compressor Seng, dan Segat (EMP Bentu). Sedangkan di Kepri ada project AFCP Anca (Harbour Energy). West Belut, Forel dan Bronang (Medco EP Natuna).
Penemuan Baru dan Keberlanjutan Eksplorasi
Tahun 2024 juga mencatatkan berbagai penemuan penting, termasuk sumur Astrea dengan produksi 3.000 BOPD di Blok Rokan, sumur Cen-1 dengan kapasitas 5 MMSCFD di Blok Bentu, serta potensi gas besar pada sumur Layaran-2 (6 TCF) dan Tangkulo-1 (2 TCF) di area offshore.
Komitmen eksplorasi terus dilanjutkan dengan tujuh kegiatan seismik oleh KKKS, termasuk PHR dan Pertamina East Natuna, sebagai langkah awal menemukan sumber cadangan migas baru.
Tanggung Jawab Sosial: Investasi untuk Masyarakat
Sebagai wujud tanggung jawab sosial, SKK Migas dan KKKS menjalankan Program Pengembangan Masyarakat dengan total biaya sekitar USD 5 juta.
Program ini mencakup bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi, dan lingkungan. Selain itu, SKK Migas Sumbagut telah menanam 104.000 pohon sepanjang tahun 2024 untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.
Kolaborasi dan Apresiasi
SKK Migas Sumbagut juga sukses menginisiasi berbagai program edukasi, seperti Jelajah Migas dan Zetizen Hulu Migas, yang melibatkan masyarakat, pelajar, dan media.
Upaya ini mendapatkan pengakuan dengan penghargaan Satyalencana Wira Karya dari Presiden RI, PWI Award atas kolaborasi dengan jurnalis, serta apresiasi dari Gubernur Kepulauan Riau atas kontribusi dalam mendorong investasi daerah.
Rencana Tahun 2025: Melanjutkan Komitmen untuk Negeri
Ke depan, SKK Migas Sumbagut berkomitmen untuk melanjutkan kontribusi signifikan dalam mempertahankan ketahanan energi nasional. Pengeboran sumur baru, eksplorasi seismik, dan pengembangan proyek strategis akan menjadi prioritas. Dengan kerja sama yang erat antara pemerintah, masyarakat, dan KKKS, SKK Migas Sumbagut optimis menciptakan sinergi untuk negeri yang lebih baik.
Adapun target ataupun rencana kerja SKK Migas Sumbangut pada tahun 2025 yakni target lifting minyak sebesar 193.020 BPOD dan lifting gas sebesar 103,41 MMSCFD serta menargetkan 8 proyek onshore.
SKK Migas Sumbagut berkomitmen menjadi garda terdepan dalam mendukung visi Asta Cita Presiden RI, menjadikan Indonesia mandiri dalam ketahanan energi yang berkelanjutan.
[Advertorial]


