Iklan

Pembangunan 66 Huntap Korban Banjir Lhokseumawe Baru 7 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Tahun

Redaksi
24 Oktober 2026
Last Updated 2026-10-24T10:02:48Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

 

Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir dan longsor di Kota Lhokseumawe, Aceh, mulai dikerjakan di Gampong Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, dan Gampong Cut Mamplam, Kecamatan Muara Dua. Sebanyak 66 unit rumah dibangun dengan anggaran APBN Rp15,22 miliar, dengan progres fisik mencapai 7 persen per 23 Oktober 2026. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026.

Suaradiksi.com. Lhokseumawe – Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir dan longsor di Kota Lhokseumawe, Aceh, mulai berjalan di dua lokasi. Namun, hingga Jumat (23/10/2026), progres fisik proyek yang menelan anggaran Rp15,22 miliar tersebut baru mencapai tujuh persen.


Proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 itu dikerjakan oleh PT Sarjis Agung Indrajaya di bawah program Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).


Sebanyak 66 unit rumah dibangun untuk membantu masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir dan longsor pada akhir November 2025.


Dari total tersebut, sebanyak 56 unit dibangun di Gampong Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, sedangkan 10 unit lainnya berlokasi di Gampong Cut Mamplam, Kecamatan Muara Dua.


Project Manager PT Sarjis Agung Indrajaya, Muhammad Syahril, mengatakan pengerjaan di lapangan telah berlangsung hampir satu bulan. Pihaknya menargetkan seluruh pembangunan selesai paling lambat akhir Desember 2026.


“Untuk bahan bangunan kebetulan kita ambil dari Binjai dari workshopmen di sana, diproduksi di sana, lalu dikirim ke sini. Itu sudah sesuai dengan standar yang direkomendasikan sama pihak instansi terkait,” ujar Syahril kepada wartawan, Jumat (23/10/2026).


Untuk mengejar target penyelesaian, kontraktor saat ini mengerahkan tiga tim kerja dengan total 30 pekerja. Sekitar 85 persen tenaga kerja yang terlibat merupakan warga lokal.


Jumlah pekerja direncanakan bertambah ketika pembangunan memasuki tahap pemasangan instalasi yang membutuhkan tambahan tenaga.


Selain membangun rumah tipe 36, proyek huntap tersebut juga mencakup penyediaan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU).


Fasilitas yang direncanakan meliputi jalan lingkungan, lampu penerangan, saluran drainase, jaringan air bersih, serta balai warga yang dapat difungsikan sebagai musala.


Kawasan huntap di Gampong Padang Sakti dibangun di atas lahan seluas empat hektare. Sementara itu, pemilihan lokasi pembangunan dilakukan dengan mempertimbangkan legalitas lahan milik Pemerintah Kota Lhokseumawe serta rekomendasi Badan Geologi terkait keamanan wilayah dari potensi bencana.


Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas PUPR Kota Lhokseumawe, Furqan, menjelaskan bahwa 56 unit huntap di Padang Sakti diperuntukkan bagi penyintas banjir asal Gampong Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, serta dua keluarga korban longsor dari kecamatan yang sama.


Adapun 10 unit di Gampong Cut Mamplam dialokasikan untuk delapan keluarga penyintas banjir asal Gampong Jambo Timu, Kecamatan Blang Mangat, dan dua keluarga korban longsor di wilayah Muara Dua.


Pembangunan hunian tetap tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat terdampak bencana yang selama ini membutuhkan tempat tinggal layak dan aman.


Meski demikian, dengan progres fisik yang masih tujuh persen menjelang akhir Oktober, percepatan pekerjaan menjadi penting agar target penyelesaian pada akhir Desember 2026 dapat tercapai.


Penyelesaian tepat waktu juga menjadi harapan bagi para penyintas agar dapat segera menempati rumah baru dan kembali menjalani kehidupan secara lebih layak setelah bencana.


Sumber: https://line1news.com/pembangunan-hunian-tetap-huntap-korban-banjir-lhokseumawe/

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl