Iklan

Ayah Ditahan di Thailand, Lala Nyaris Putus Sekolah, Haji Uma Turun Tangan

Redaksi
17 Agustus 2026
Last Updated 2026-08-17T13:00:37Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates


Suaradiksi.com. Aceh Timur – Langkah Lala menuju bangku sekolah nyaris terhenti. Putri Saifulli, seorang nelayan asal Gampong Tanjong, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, itu sempat terancam putus sekolah lantaran kesulitan ekonomi keluarga.


Kondisi tersebut semakin berat setelah sang ayah kini mendekam di tahanan Thailand akibat tuduhan pelanggaran batas wilayah laut. Di tengah ketidakpastian kondisi sang ayah, kebutuhan perlengkapan sekolah menjadi persoalan yang sulit dipenuhi keluarga.


Lala bahkan sempat enggan melanjutkan pendidikan karena tidak memiliki sejumlah perlengkapan sekolah, termasuk seragam batik dan olahraga.


Harapan itu kembali tumbuh setelah kabar mengenai kondisi Lala sampai kepada Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma.


Merespons kondisi tersebut, Haji Uma langsung menginstruksikan tim staf khususnya untuk mendatangi kediaman keluarga Saifulli di Gampong Tanjong, Idi Rayeuk.


Tim kemudian menyerahkan berbagai kebutuhan sekolah Lala, mulai dari seragam lengkap hingga sepatu. Selain perlengkapan pendidikan, Haji Uma juga memberikan bantuan tunai sebesar Rp2,7 juta untuk membantu memenuhi kebutuhan belajar dan operasional sekolah Lala.


“Setelah mendapat bantuan ini, alhamdulillah Lala bisa melanjutkan sekolah di MAN 1 Idi. Kami juga menyerahkan bantuan uang tunai senilai Rp2,7 juta langsung dari Tgk Haji Uma. Karena beliau berhalangan hadir secara langsung, bantuan ini dititipkan melalui tim,” ujar Staf Khusus Haji Uma, Furqan, Senin (17/8/2026).


Bagi Lala, bantuan tersebut bukan sekadar seragam, sepatu maupun uang tunai. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi jalan baginya untuk kembali mengejar cita-cita melalui pendidikan.


“Sebelumnya saya sempat tidak punya seragam batik dan olahraga karena tidak ada biaya, sementara ayah masih ditahan di Thailand. Setelah mendapatkan perhatian dari Haji Uma, seluruh perlengkapan sekolah saya akhirnya terpenuhi,” ujar Lala dengan mata berkaca-kaca.


Kini, Lala dapat kembali melanjutkan pendidikan di MAN 1 Idi. Ia pun menyampaikan terima kasih atas kepedulian Haji Uma yang telah membantu dirinya dan keluarga di tengah kondisi sulit.


Lala juga mendoakan agar Haji Uma senantiasa diberikan kesehatan dan terus diberi kekuatan untuk membantu masyarakat kecil di Aceh.


Kisah Lala menjadi gambaran bahwa persoalan ekonomi keluarga dapat menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan pendidikan anak. Di tengah persoalan yang dihadapi keluarganya, kepedulian yang datang tepat waktu membuat pintu sekolah yang nyaris tertutup kembali terbuka.


Bagi keluarga nelayan yang tengah menghadapi persoalan hukum di luar negeri, bantuan tersebut setidaknya memberikan satu kepastian: Lala tetap bisa bersekolah dan melanjutkan perjuangannya meraih masa depan.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl