![]() |
| Ilustrasi |
Suaradiksi.com. Lhokseumawe – Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) kembali menggelar program pasar murah guna membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Kegiatan tersebut akan berlangsung selama empat hari, mulai 8 hingga 11 Juni 2026, di sejumlah titik dalam wilayah Kota Lhokseumawe.
Plt Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Lhokseumawe, Mulkan, ST, mengatakan bahwa pasar murah ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam menekan laju inflasi serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat.
"Program pasar murah ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di Kota Lhokseumawe," ujar Mulkan, Minggu 7 Juni 2026.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli sejumlah kebutuhan pokok dengan harga subsidi, di antaranya beras Cap Panah Premium kemasan 10 kilogram seharga Rp124.000, gula pasir 2 kilogram Rp32.000, minyak goreng Sunco 2 liter Rp40.000, dan telur ayam satu papan Rp44.000.
Adapun lokasi pelaksanaan pasar murah meliputi Kecamatan Banda Sakti di kawasan Banda Masen pada Senin (8/6), Kecamatan Muara Dua di Alue Awe pada Selasa (9/6), Kecamatan Muara Satu di Padang Sakti pada Rabu (10/6), serta Kecamatan Blang Mangat di Keude Punteut pada Kamis (11/6).
Menurut Mulkan, kegiatan ini terbuka untuk seluruh masyarakat dan dimulai setiap hari pukul 09.00 WIB hingga selesai. Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan dibandingkan harga pasar.
"Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pasar murah ini dengan sebaik-baiknya. Semoga kegiatan ini dapat membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga dan menjaga daya beli masyarakat," katanya.
Program pasar murah tersebut merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam menjaga ketersediaan pasokan serta kestabilan harga bahan pokok menjelang berbagai kebutuhan masyarakat di pertengahan tahun 2026.


