Iklan

Ketika TNI Kodim Aceh Utara dan Warga Bersatu Membuka Jalan Kehidupan di Meurah Mulia

Redaksi
26 Mei 2026
Last Updated 2026-05-26T04:44:42Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
Personel TNI Kodim Aceh Utara bersama masyarakat tampak sibuk mengangkat material, menyusun besi, hingga mengecor pondasi jembatan gantung Desa Tualang dan Desa Pulo Blang, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara.


Suaradiksi.com. Aceh Utara - Deru mesin molen bercampur suara palu dan percakapan warga memecah sunyi di Desa Tualang, Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara. Di bawah terik matahari, sejumlah personel TNI bersama masyarakat tampak sibuk mengangkat material, menyusun besi, hingga mengecor pondasi jembatan gantung yang selama ini hanya menjadi harapan warga pedalaman.


Di lokasi itu, Babinsa Koramil 07/Meurah Mulia, Sertu Irwan Trimpiadi, terlihat tak sekadar mengawasi. Ia turun langsung memimpin gotong royong, menyatu bersama masyarakat dalam pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III yang digagas Kodim 0103/Aceh Utara.


Bagi masyarakat setempat, pembangunan jembatan tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur. Jembatan itu menjadi simbol terbukanya akses kehidupan yang lebih mudah bagi warga Desa Tualang dan Desa Pulo Blang yang selama ini harus berjibaku melewati jalur sulit untuk beraktivitas.


Setiap hari, warga harus menghadapi medan yang tidak mudah saat membawa hasil kebun, menuju sekolah, hingga mengakses layanan kesehatan. Ketika musim hujan tiba, akses penghubung antar desa bahkan kerap sulit dilalui.


Kini, perlahan harapan itu mulai berdiri di atas bentangan sungai.


Jembatan gantung yang dibangun memiliki panjang mencapai 91 meter dengan lebar 1,2 meter dan tinggi sekitar 14 meter. Struktur utamanya diperkuat abutment berukuran panjang 2 meter, lebar 3,5 meter, dan tinggi 3 meter sebagai penopang utama konstruksi.


Saat ini, pengerjaan memasuki tahap penting, yakni pengecoran tapak sling yang menjadi penyangga utama kekuatan jembatan. Proses tersebut dilakukan secara gotong royong oleh personel Kodim 0103/Aceh Utara bersama warga yang terus bekerja memanfaatkan cuaca cerah agar pembangunan berjalan sesuai target.


Meski medan cukup menantang, semangat kebersamaan di lapangan tidak surut. Warga tampak antusias membantu, mulai dari mengangkut pasir, batu, hingga menyiapkan kebutuhan pekerja di lokasi pembangunan.


Hingga kini, progres pembangunan fisik jembatan telah mencapai 16,50 persen. Angka itu menjadi tanda bahwa impian masyarakat untuk memiliki akses penghubung yang layak semakin mendekati kenyataan.


Kodim 0103/Aceh Utara berharap, kehadiran jembatan perintis tersebut nantinya mampu mempercepat mobilitas masyarakat, mempermudah anak-anak menuju sekolah, serta membuka akses ekonomi warga di wilayah pedalaman Meurah Mulia.


Di balik pengecoran beton dan bentangan sling baja itu, tersimpan satu hal yang lebih kuat: semangat kebersamaan antara TNI dan rakyat yang terus hidup di pelosok Aceh Utara.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl