Iklan

Hadirkan Sarana Ibadah Layak, Prajurit TNI Kodim Aceh Utara dan Warga Kompak Bangun Mushola

Redaksi
18 Mei 2026
Last Updated 2026-05-18T08:14:52Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
Babinsa Koramil 14/Tja Jajaran Kodim 0103/Aceh Utara yang mempelopori dimulainya pembangunan Mushola Ali Imran di Desa Lhok Reudeup, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara. Senin (18/5/2026).


Suaradiksi.com. Aceh Utara - Di bawah terik matahari yang menyengat di Desa Lhok Reudeup, Kecamatan Tanah Jambo Aye, suara cangkul yang menghantam tanah berpadu dengan tawa dan semangat warga. Tak ada sekat antara seragam loreng dan pakaian kerja sederhana milik masyarakat. Semuanya larut dalam satu tujuan: membangun sebuah rumah ibadah yang kelak menjadi pusat kebersamaan dan ketenangan spiritual warga.


Di sudut lahan yang masih dipenuhi timbunan tanah merah itu, personel Babinsa Koramil 14/Tja jajaran Kodim 0103/Aceh Utara tampak memimpin pekerjaan pematangan lahan untuk pembangunan Mushola Ali Imran, Senin (18/5/2026). Bersama warga, mereka bahu-membahu mengangkat tanah timbun, meratakan permukaan, hingga memastikan fondasi mushola nantinya berdiri kokoh.


Bagi masyarakat Desa Lhok Reudeup, pembangunan mushola ini bukan sekadar mendirikan bangunan. Lebih dari itu, Mushola Ali Imran menjadi simbol harapan akan hadirnya sarana ibadah yang lebih layak, dekat, dan nyaman bagi warga setempat.


Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat pun menjadi energi tersendiri. Sosok aparat teritorial yang sehari-hari mendampingi warga itu tidak hanya hadir memberi arahan, tetapi juga turun langsung bekerja bersama masyarakat. Dari mengangkat tanah hingga mengatur jalannya gotong royong, semuanya dilakukan demi mempercepat terwujudnya mushola impian warga.


Komandan Kodim 0103/Aceh Utara, Letkol Arh Jamal Dani Arifin, S.Sos., M.M.D., mengatakan pembangunan Mushola Ali Imran merupakan bentuk nyata kepedulian TNI dalam mendukung kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat di wilayah binaan.


Menurutnya, proses awal pembangunan yang difokuskan pada penataan dan penimbunan lahan berjalan tertib dan lancar. Kekompakan antara personel Koramil dan masyarakat menjadi gambaran kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat.


“Semangat gotong royong yang ditunjukkan personel Babinsa bersama warga menjadi modal utama dalam pembangunan mushola ini. Semua bekerja dengan penuh keikhlasan demi kepentingan bersama,” ujarnya.


Di tengah aktivitas pembangunan, sesekali warga tampak beristirahat sambil bercengkerama. Namun, tak lama kemudian mereka kembali melanjutkan pekerjaan. Semangat kebersamaan seolah menghapus rasa lelah yang muncul akibat panasnya cuaca.


Warga berharap Mushola Ali Imran dapat segera rampung sehingga aktivitas ibadah masyarakat menjadi lebih mudah dan nyaman. Nantinya, mushola tersebut tidak hanya digunakan sebagai tempat salat berjamaah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pendidikan bagi anak-anak di desa itu.


Pembangunan mushola sederhana di pelosok Aceh Utara itu mungkin terlihat kecil di mata sebagian orang. Namun bagi warga Lhok Reudeup, setiap cangkul tanah yang diangkat bersama menjadi tanda bahwa kebersamaan masih hidup, dan harapan selalu bisa dibangun dari gotong royong.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl