![]() |
| Kalapas Kelas IIA Lhokseumawe Wahyu Prasetyo memberikan tausiyah saat pelaksanaan shalat tarawih di Masjid At Taubah Lapas setempat, Sabtu 21 Februari 2026 |
Suaradiksi.com. Lhokseumawe - Lapas Kelas IIA Lhokseumawe memanfaatkan Bulan Suci Ramadhan sebagai momentum penguatan iman dan perubahan perilaku bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Beragam program pembinaan keagamaan digelar untuk meningkatkan kualitas pembinaan selama bulan penuh berkah ini.
Sejak awal Ramadhan, kegiatan rohani diintensifkan melalui kerja sama dengan Kementerian Agama Kota Lhokseumawe. Setiap selesai salat Dzuhur, WBP mengikuti pembinaan rohani berupa tausiyah dan tafakur. Selain itu, tadarus Al-Qur’an selepas Tarawih, program One Day One Juz, dzikir bersama, istighotsah, tausiyah malam, hingga salat Tasbih turut digelar secara rutin.
Untuk menjaga kekhusyukan ibadah, layanan kunjungan tatap muka ditiadakan sementara selama Ramadhan. Kebijakan ini muncul berdasarkan usulan para Kepala Kamar serta aspirasi WBP yang ingin lebih fokus beribadah. Meski demikian, layanan penitipan makanan dan takjil tetap dibuka setiap hari pukul 15.00–17.00 WIB.
Sebelumnya, pihak lapas sempat menawarkan layanan kunjungan khusus pada tradisi Meugang menjelang Ramadhan. Namun WBP melalui perwakilan Kepala Kamar memilih menolak layanan tersebut demi menjaga fokus ibadah sejak hari pertama puasa. Keputusan ini sejalan dengan hak WBP yang dijamin dalam ketentuan pemasyarakatan.
Kepala Lapas, Wahyu Prasetyo, menegaskan bahwa Ramadhan harus menjadi momentum perubahan positif bagi WBP.
“Ramadhan adalah bulan perbaikan diri. Pembinaan bukan hanya menjalani masa pidana, tetapi proses hijrah menuju pribadi yang lebih baik. Kami menghormati aspirasi warga binaan dan mendukung penuh program keagamaan yang telah dijalankan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pendekatan spiritual selama Ramadhan diharapkan mampu memperkuat proses pembinaan dan mempersiapkan WBP untuk reintegrasi sosial yang lebih baik.
Dengan rangkaian kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIA Lhokseumawe berharap Ramadhan tahun ini menjadi titik balik bagi para warga binaan dalam menata kembali masa depan mereka.


