![]() |
| Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar saat menyerahkan huntara bagi warga Gampong Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, pada Senin, 16 Februari 2026. Foto : Ist |
Suaradiksi.com. Lhokseumawe - Wali Kota Sayuti Abubakar meresmikan hunian sementara (huntara) bagi warga Gampong Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, pada Senin, 16 Februari 2026. Peresmian ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam memastikan warga terdampak mendapatkan hunian layak selama menunggu pembangunan rumah permanen.
Sebanyak 55 unit huntara resmi diserahkan kepada warga penerima manfaat. Bangunan tersebut dibangun dengan konstruksi permanen sederhana dan dilengkapi fasilitas dasar, seperti jaringan listrik, ventilasi memadai, serta akses sanitasi.
Prosesi peresmian ditandai dengan peninjauan beberapa unit rumah, dialog dengan warga, serta penyerahan dokumen secara simbolis kepada perwakilan penerima manfaat. Acara turut dihadiri Wakil Wali Kota Lhokseumawe, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparat keamanan, perwakilan instansi teknis, aparatur gampong, dan masyarakat setempat.
Pembangunan huntara ini merupakan solusi jangka pendek untuk menjamin keamanan dan kenyamanan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kondisi darurat. Pemerintah menegaskan komitmennya memberikan perlindungan sosial bagi seluruh warga terdampak.
Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan pentingnya transparansi pendataan penerima bantuan.
“Penempatan warga harus tepat sasaran. Tidak boleh ada yang tertinggal, dan tidak boleh ada yang menerima tanpa hak. Semua harus berdasarkan data yang valid,” ujarnya.
Pembangunan dilaksanakan melalui koordinasi lintas sektor, melibatkan instansi teknis, unsur keamanan, dan aparatur gampong untuk memastikan keakuratan penerima manfaat. Wali Kota juga mengecek kualitas konstruksi dan memastikan seluruh sarana pendukung berfungsi optimal. Ia meminta dinas terkait terus melakukan pengawasan agar fasilitas tetap terjaga.
Warga menyambut baik peresmian ini dan berharap agar pembangunan hunian tetap dapat segera direalisasikan untuk memberikan kepastian tempat tinggal jangka panjang. Pemerintah Kota Lhokseumawe memastikan bahwa proses pembangunan hunian permanen kini memasuki tahap administrasi dan teknis.
Dengan beroperasinya huntara tersebut, pemerintah berharap stabilitas sosial masyarakat tetap terjaga dan aktivitas warga dapat kembali berjalan normal.


