Kalapas Kelas IIA Lhokseumawe Wahyu Prasetyo membuka pelatihan kemandirian bagi warga binaan, Kamis (24/7/2025).Suaradiksi.com. Lhokseumawe – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lhokseumawe terus berupaya membekali warga binaan dengan keterampilan produktif. Kali ini, mereka menggelar pelatihan pembuatan dan modifikasi peci khas Aceh, bekerja sama dengan Kelompok Kerajinan Peci Sinar Muda.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kalapas Wahyu Prasetyo pada Kamis (24/7/2025) itu diikuti oleh 20 warga binaan dan akan berlangsung selama 10 hari, hingga 6 Agustus mendatang.
Kalapas Wahyu Prasetyo melalui Plt Kepala Seksi Bimbingan Kerja, Masri, mengatakan pelatihan ini bertujuan memberikan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah warga binaan bebas.
“Pelatihan ini memberikan ilmu dan keahlian praktis kepada warga binaan agar mereka bisa mandiri dan produktif usai menjalani masa hukuman,” ujarnya.
Masri menambahkan, pelatihan pembuatan peci ini merupakan yang pertama digelar di Lapas Lhokseumawe. Sebelumnya, pelatihan yang pernah diberikan mencakup menjahit dan pembuatan tas serta suvenir.
“Kami sudah menjalin kerja sama dengan pengrajin Sinar Muda. Hasil kerajinan warga binaan nantinya akan dipasarkan dan dipamerkan dalam berbagai kegiatan,” jelasnya.
Ke depan, Lapas Lhokseumawe juga merancang berbagai program kemandirian lainnya, seperti pengolahan wine coffee, budidaya ikan air tawar, serta pelatihan tata boga. Beberapa kerja sama dengan instansi terkait kini sedang dijajaki untuk merealisasikan program-program tersebut.
Program pelatihan ini, kata Masri, sejalan dengan 13 program akselerasi Kementerian Hukum dan HAM, khususnya pada poin ketiga mengenai penguatan pendayagunaan warga binaan untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi.
“Kami ingin para narapidana bisa pulang ke masyarakat dengan bekal keterampilan nyata. Jangan sampai mereka keluar tanpa memiliki kemampuan apa pun. Harapannya, pelatihan ini benar-benar bisa membantu mereka membangun kehidupan yang lebih baik bersama keluarga,” tutupnya.

