Iklan

Harapan Santri Tertunda: Ketidakjelasan Dana Pendidikan Baitul Mal Aceh Utara Menjadi Sorotan

Redaksi
04 Januari 2025
Last Updated 2025-01-04T10:06:51Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

 


Suaradiksi.com. Aceh Utara – Masyarakat Aceh Utara, khususnya para orang tua santri, menyoroti keluhan terkait belum adanya kejelasan mengenai penyaluran dana beasiswa dari Baitul Mal Aceh Utara untuk Tahun Anggaran 2024.


Beasiswa yang dirancang untuk meringankan beban pendidikan santri hingga kini masih tidak ada kejelasan yang mengakibatkan harapan seribuan santri di Kabupaten Aceh Utara menjadi tertunda.


Seorang warga Aceh Utara yang tidak ingin disebutkan namanya menyampaikan kepada media, bahwa pihaknya sangat membutuhkan bantuan beasiswa tersebut untuk anak-anaknya yang menimba ilmu di pesantren. Namun hingga kini, belum ada kejelasan mengenai penyalurannya. "Kami berharap media bisa membantu menyuarakan masalah ini,"kata narasumber yang dikirim melalui pesan WhatsApp, Sabtu 4 Januari 2024.


Warga tersebut juga menyebutkan bahwa hingga kini, tidak ada informasi resmi terkait mekanisme distribusi beasiswa, termasuk proses seleksi penerima dan waktu pendistribusian. Hal ini membuat masyarakat bingung dan khawatir.


Banyak pesantren maupun masyarakat yang mengaku tidak mendapatkan informasi memadai mengenai prosedur atau persyaratan untuk mengakses dana tersebut. Hal ini mengakibatkan kebingungan di kalangan calon penerima.


Latar Belakang Program


Dana beasiswa bagi santri pesantren/dayah ini merupakan bagian dari program pemberdayaan berbasis zakat yang bersumber dari dana hibah zakat tahun 2024. Program ini bertujuan untuk:


  • Meringankan beban pendidikan para santri.


  • Mendukung peningkatan kualitas pendidikan berbasis agama.


  • Membantu operasional lembaga pendidikan keagamaan.


Namun, ketidakjelasan mekanisme dan kurangnya transparansi dalam pelaksanaannya menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat.


Masyarakat berharap Baitul Mal Aceh Utara segera memberikan klarifikasi dan memastikan penyaluran dana beasiswa dilakukan dengan transparan dan tepat sasaran. Mereka juga meminta agar proses sosialisasi ditingkatkan agar masyarakat lebih memahami prosedur pengajuan dan pencairan beasiswa ini.


“Kami hanya berharap anak-anak kami bisa mendapatkan haknya untuk belajar dengan tenang tanpa memikirkan beban biaya,” tutup salah satu orang tua santri.


Terkait persoalan tersebut, Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Utara Rakhmat Setiadi menyebutkan bahwa penyaluran bantuan sosial bagi 1.500 santri miskin atau fakir ditiadakan pada tahun 2024 dikarenakan tidak tercukupinya target dari dana zakat yang terkumpul pada tahun tersebut.


"Baitul Mal Aceh Utara akan menyalurkan bantuan sosial bagi santri di Aceh Utara pada tahun 2025, sementara untuk tahun 2024 ini fokus ke bantuan sosial pembangunan rumah duafa, hal tersebut dilakukan karena dana zakat yang terkumpul tidak mencukupi dari target yang telah direncanakan,"katanya.


Namun demikian, Rakhmat Setiadi mengakui bahwa pihaknya belum melakukan sosialisasi terkait batalnya penyaluran dana bantuan sosial bagi santri miskin atau fakir pada tahun 2024.


"Kami sudah mendata siapa-siapa calon santri penerima bantuan sosial tersebut. Bantuan ini bukan beasiswa, akan tetapi bantuan sosial dan akan disalurkan pada tahun 2025 karena keterbatasan anggaran saat ini,"tutup Rakhmat Setiadi.


iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl