Iklan

Milad ke-48 GAM Wilayah Pase: Refleksi Perjuangan dan Harapan untuk Masa Depan Aceh

Redaksi
04 Desember 2024
Last Updated 2024-12-11T07:07:32Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
KPA.Wilayah Kuta Pase Wilayah Pase memperingati Milad GAM ke-48 dengan upacara dan kegiatan sosial di Gampong Beunot, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, Rabu 4 Desember 2024.


Suaradiksi.com.Aceh Utara – Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Kuta Pase Wilayah Pase memperingati Milad GAM ke-48 dengan upacara dan kegiatan sosial di Gampong Beunot, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, Rabu 4 Desember 2024.


Acara yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, eks kombatan GAM, dan warga setempat,


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Saiful Bahri atau yang akrab disapa Pon Yahya, Panglima Operasi DII Tgk Thjik Di Cotplieng


Momentum Refleksi dan Penghormatan untuk Syuhada



Pada kesempatan tersebut, Panglima Operasi DII Tgk Thjik Di Cotplieng, Pon Yahya menekankan bahwa Milad GAM adalah waktu untuk mengenang perjuangan masa lalu sekaligus merenungkan langkah ke depan bagi Aceh.


“Milad ini bukan hanya perayaan, tetapi juga momen untuk menghormati para syuhada yang telah berkorban demi rakyat Aceh. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan mereka dalam bentuk yang damai dan konstruktif,” ujarnya.  


Acara diawali dengan doa bersama untuk para syuhada yang gugur selama konflik Aceh. Selain itu, panitia juga menggelar santunan kepada puluhan anak yatim di wilayah Buloh sebagai bagian dari semangat solidaritas yang diwariskan dalam perjuangan GAM.  


Dalam upacara tersebut, bendera Bulan Bintang turut dikibarkan sebagai simbol perjuangan Aceh.


Harapan kepada Pemimpin Baru


Momentum Milad GAM ke-48 kali ini juga diwarnai dengan harapan besar kepada pemimpin baru, baik di tingkat nasional maupun daerah. Pon Yahya menyampaikan apresiasinya atas terpilihnya Muzakir Manaf (Mualem) sebagai Gubernur Aceh.  


“Dengan sinerginya antara eksekutif dan legislatif diharapkan implementasi penuh dari poin-poin MoU Helsinki dan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) dapat segera terealisasikan,” tambahnya.  


Pesan Perdamaian dan Pembangunan


Pon Yahya juga menekankan pentingnya menjaga perdamaian yang telah diraih sejak perjanjian damai Helsinki 2005. Menurutnya, keberlanjutan pembangunan Aceh sangat bergantung pada stabilitas politik dan komitmen semua pihak untuk bekerja sama.  


“Kita harus menjadikan damai ini sebagai landasan untuk membangun Aceh yang lebih baik, baik dari segi ekonomi, pendidikan, maupun infrastruktur. Perjuangan sekarang bukan lagi dengan senjata, tetapi dengan karya nyata untuk kesejahteraan rakyat,” katanya.  


Partisipasi Masyarakat dan Antusiasme Tinggi


Peringatan Milad kali ini juga mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Banyak warga yang hadir, baik untuk mengikuti upacara maupun menyaksikan kegiatan sosial yang diadakan. Hal ini menunjukkan bahwa semangat perjuangan GAM masih hidup di hati masyarakat, meskipun bentuk perjuangan kini telah beralih ke jalur damai.  


Komitmen untuk Masa Depan Aceh


Di akhir acara, Pon Yahya mengajak semua pihak untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan perdamaian. “Aceh adalah milik kita semua. Mari kita bersatu untuk membangun Aceh yang damai, sejahtera, dan bermartabat, seperti yang dicita-citakan oleh para pendahulu kita,” tutupnya.  


Acara ditutup dengan zikir dan doa bersama untuk kedamaian Aceh serta kelancaran pemerintahan di bawah pemimpin yang baru terpilih. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan GAM masih relevan dalam upaya membangun Aceh menuju masa depan yang lebih baik. | Sarjani, Kontributor Aceh Utara 

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl