![]() |
| Warga Desa Peunaga Cut Ujoeng, Kecamatan Mereubo, Kabupaten Aceh Barat, memasang spanduk protes terkait debu Batubara berasal dari PT Mifa Bersaudara. |
Suaradiksi.com. Aceh Barat - Warga Desa Peunaga Cut Ujoeng, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat mengeluhkan debu batubara yang diduga berasal dari PT Mifa Bersaudara.
Keluhan tersebut diutarakan warga dengan memasang empat spanduk di depan pintu gerbang masuk perusahaan PT Mifa Bersaudara, Senin 9 September 2024.
Cut Mutia, warga Desa Peunaga Cut Ujoeng meminta tanggung jawab perusahaan batubara PT Mifa Bersaudara, karena sebagian masyarakat tidak mendapatkan haknya atas dampak debu batubara dari perusahaan, baik secara pribadi maupun dari pihak desa.
"Masyarakat menuntut terhadap debu yang terdampak kepada mereka yang berasal dari perusahaan PT Mifa Bersaudara, jadi masyarakat menuntut hak nya dari perusahaan yang selama ini tidak mendapatkan apa-apa,"ujar Cut Mutia.
Jika berbicara terkait Corporate Social Responsibility (CSR), kata Cut Mutia, perusahaan hanya memberikan kepada gampong atau desa dan tidak bisa dirasakan oleh warga yang terdampak.
"Bahasa yang kami dengar bahwa perusahaan sudah memberikan CSR kepada desa, itukan hak desa, bukan digunakan untuk perorangan, tapi yang digunakan kepada seluruh masyarakat dan acara desa"sebut Cut Mutia.
Cut Mutia menyebutkan warga sudah memasang spanduk pada hari Jumat 6 September 2024 lalu, pihaknya menduga perusahaan menyuruh dari pihak lain baik dari aparatur desa, Satpol-PP dan pihak kepolisian untuk menurunkan spanduk dengan dalih akan menghadiri undangan yang masyarakat berikan.
"Dari perusahaan sendiri sudah kita berikan undangan agar bisa menghadiri untuk mencarikan solusi terhadap masyarakat yang terdampak batubara, namun hingga saat ini tidak menghadiri undangan tersebut. Maka dengan itu masyarakat memasang kembali spanduk itu,"ungkap Cut Mutia.
Selain itu, pihaknya sudah menyampaikan berbagai bentuk cara, agar pihak perusahaan PT Mifa Bersaudara bisa menjumpai warga yang terdampak debu batubara.
"Padahal pihak perusahaan bisa menjumpai masyarakat, berbicara bagaimana solusinya, ini sudah kita undang dan berbagai cara yang lainnya akan tetapi mereka tidak menggubris,"jelas Cut Mutia.
Sementara itu, kata Cut Mutia dari spanduk tersebut warga ingin melihat responsif dari perusahaan, jika tidak juga direspon pihaknya akan melakukan demo di perusahaan PT Mifa Bersaudara.
"Kami menunggu hingga besok (Selasa) sampai dengan jam 17.00 sore, jika tidak ada respon dari perusahaan, maka kami akan lakukan demo besar-besaran di perusahaan PT. Mifa Bersaudara,"tutup Cut Mutia. (Suaradiksi/Alfian)


