Iklan

Diduga melebihi batas usia maksimal, Tim Softball Putri Papua lakukan protes

Redaksi
09 September 2024
Last Updated 2024-09-09T04:28:39Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
Official Kontingen Koni Papua, Ayub Woisiri (tengah) melakukan protes kepada dewan hakim, dilapangan Softball Teuku Umar, Aceh Barat.


Suaradiksi.com. Aceh Barat - Tim Softball Putri dari Papua protes terhadap panitia pelaksana PON XXI 2024 Aceh–Sumut, hal itu disebabkan pihaknya menduga ada atlet dari Sulawesi Tenggara (Sultra) yang sudah melebihi batas maksimal.


Official Kontingen Koni Papua, Ayub Woisiri mengatakan, sangat bangga dan bersyukur dengan atletnya yang sudah bermain dengan menjunjung tinggi sportifitas dalam permainan.


"Kami sangat bersyukur dan bangga dengan atlet kami yang sudah bermain dengan menjunjung tinggi sportifitas meskipun kalah dengan Sultra, akan tetapi ada yang janggal dari panitia karena meloloskan pemain dari Sultra dengan melebihi batas usia maksimum,"ujar Ayub Woisiri, Senin 9 September 2024.


Kata Ayub Woisiri di THB untuk Softball Putri batas usia maksimal 23 tahun, namun pihaknya melihat ada pemain dari Sultra sudah lewat dari batas usia maksimum.


"Sebelumnya kami sudah mengajukan protes tapi malah disahkan oleh dewan hakim dan hingga babak final masih di berikan untuk melanjutkan permainan," sebut Ayub Woisiri.


Ayub Woisiri menyebutkan, pihaknya mengetahui bahwa ada satu orang dari tim Softball Putri dari Sultra sudah tidak memenuhi syarat batal maksimum, mulai dari pelaksanaan PON XX Papua pada 2021 saat itu berumur 23 tahun.


"Sekarang sudah 24 dia, sudah kelebihan umur ini, kita orang punya data lengkap ketika mereka mengikuti PON XX Papua tahun 2021 lalu, kelahiran dia tahun 2000, kami sangat kecewa dengan keputusan dewan hakim,"jelas Ayub Woisiri.


Ayub Woisiri menegaskan akan terus memprotes keras, akan tetapi bukan tidak menerima kekalahan pada laga final, namun lebih ke sportifitas pelatih, atlet dan ofisial tim PON dari masing-masing provinsi.


"Bukan hanya kami saja mengetahui itu, dari atlet daerah lain pun tahu ada kelebihan umur di Atlet Sultra, diawal meting pertama saya sudah sebutkan namun mereka tidak menggubris nya, kami sangat kecewa kepada dewan hakim"tutup Ayub Woisiri. (Suaradiksi/Alfian)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl