Iklan

Perjodohan Dari Tuhan

Redaksi
07 Februari 2019
Last Updated 2025-02-02T12:39:35Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates

Di jaman teknologi maju ini masih musim perjodohan? Yang benar saja! Itulah kalimat yang muncul dari benakku saat aku menyeruput kopi hitam kesukaanku. Saat di mana aku tak tahu, bahwa yang ku yakini kau adalah tulang rusukku yang hilang. Sungguh, aku tak dapat membayangkan kalau pada hari itu aku mengikuti emosiku, aku akan menyesal seumur hidup.

Tampaknya acara perjodohan tersebut telah direncanakan secara matang oleh mereka. Berhari-hari lamanya kami terpaksa saling menyapa via WhatsApp. Tanpa terasa kamipun mulai saling membutuhkan satu sama lain dan menyadari bahwa rencana keluarga kami tidaklah salah.

Aku telah menyadari bahwa rencana Tuhan lebih indah, dimalam itu, malam yang menghinggap dengan segala ketenangannya bersama senyuman bulan yang didampingi oleh sang bintang, saat aku meneguk kopi bersamaan dengan jemariku yang menari-nari diatas smartphone milikku untuk membuka pesat singkat dari wanitaku hingga membuat diriku benar-benar percaya bahwa Tuhan memang adil dan akan bersama dirinya setiap waktu.

Masih dengan Secangkir kopi hitam dan kenangan kita pada bayangan masa lalu namun dapat terlebur dalam genangan pekat pada kopi itu. Yaaa… Aku rasa masa lalu telah meninggalkan kita dengan sejuta hikmah dari rencana orang tua kita dan selalu berharap Tuhan meridhoi perjodohan ini. Keadaan seperti ini akan lebih manis bila kamu ada disampingku untuk merayakan perjodohan dari Tuhan yang bagi kita sangatlah unik dan penuh rahasia. Akan lebih damai rasanya bila percakapan-percakapan kita mengenai masa depan. Masa depan? Yang ada hanyalah ingatanku tentang Wanita manis dengan kerudung hijau mudanya sambil menyeruput secangkir kopi hitam kesukaanku dan kuberi nama ia “Nonajakor”. (Bung_jakor)
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl