![]() |
| Pekerja melakukan normalisasi saluran air di Lhokseumawe. Foto : waspada.id |
Suaradiksi.com. Lhokseumawe – Pemerintah Kota Lhokseumawe mengalokasikan anggaran sekitar Rp6,7 miliar untuk penanganan dan normalisasi saluran air di sejumlah wilayah sebagai upaya menekan banjir yang kerap mengganggu aktivitas masyarakat.
Anggaran tersebut disiapkan untuk memperkuat sistem pengendalian air, mulai dari normalisasi saluran dan penanganan sungai hingga perbaikan infrastruktur pengendali banjir.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Lhokseumawe, Said Bachtiar, melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), T. Syahrial, S.T., mengatakan sekitar Rp5,1 miliar dari total anggaran tersebut dialokasikan khusus untuk pekerjaan saluran dan sungai.
Hal itu disampaikan Syahrial pada Minggu (11/10/2026), terkait upaya pemerintah daerah mempercepat pengendalian banjir melalui normalisasi saluran air.
Menurutnya, percepatan pelaksanaan pekerjaan dilakukan karena adanya bantuan keuangan dari daerah lain yang harus segera direalisasikan setelah bencana.
Adapun pekerjaan yang direncanakan mencakup normalisasi saluran, penanganan sungai, pembenahan Reservoir Pusong, serta rehabilitasi pintu air.
Pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan pola swakelola yang melibatkan masyarakat setempat. Skema tersebut dipilih untuk mempercepat pengerjaan sekaligus memberikan manfaat ekonomi kepada warga di sekitar lokasi kegiatan.
“Pekerjaan ini tidak hanya untuk memperbaiki fungsi saluran, tetapi juga melibatkan masyarakat sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung,” ujar Syahrial.
## Pulihkan Fungsi Saluran Air
Syahrial menjelaskan, normalisasi dilakukan untuk mengembalikan kapasitas aliran air yang terganggu akibat pendangkalan maupun penyumbatan. Kondisi tersebut dapat menghambat aliran air, terutama ketika hujan deras mengguyur wilayah perkotaan.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap genangan dapat dikurangi dan risiko banjir di sejumlah kawasan Lhokseumawe bisa ditekan.
Selain memperbaiki infrastruktur, Pemko Lhokseumawe juga mengharapkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan ke saluran drainase.
Pasalnya, saluran yang tersumbat sampah berpotensi menghambat aliran air dan mengurangi efektivitas sistem drainase saat curah hujan meningkat.
Pemko Lhokseumawe berharap penanganan saluran dan sungai tersebut dapat memperkuat sistem pengendalian air sekaligus memberikan perlindungan lebih baik bagi masyarakat dari ancaman banjir.
Ke depan, efektivitas program tersebut akan menjadi salah satu aspek penting dalam melihat sejauh mana penanganan infrastruktur mampu mengurangi persoalan banjir yang selama ini dihadapi warga.
Sumber: Waspada.id


