Iklan

Warga Lhokseumawe Keluhkan Pelayanan PDAM Tirta Pase, Air Jarang Mengalir Tagihan Malah Membengkak

Redaksi
23 September 2026
Last Updated 2026-09-23T10:02:16Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
Ilustrasi


Suaradiksi.com. Lhokseumawe – Sejumlah pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pase Aceh Utara mengeluhkan buruknya pelayanan distribusi air bersih. Di tengah kondisi air yang disebut jarang mengalir, pelanggan justru mengaku harus menghadapi tagihan bulanan yang membengkak.


Keluhan tersebut disampaikan Afni, warga Gampong Cot Girek Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, kepada wartawan, Rabu (23/9/2026).


Afni mengatakan, sejak pascabencana banjir besar yang melanda Aceh Utara pada 2025 lalu, aliran air PDAM Tirta Pase ke wilayah tempat tinggalnya tidak lagi lancar. Air kerap mati dan, ketika mengalir, waktunya justru tidak menentu.


Menurutnya, air terkadang baru mengalir pada malam hari, sekitar pukul 23.00 WIB hingga menjelang subuh. Kondisi tersebut dinilai sangat menyulitkan warga yang membutuhkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.


"Biasanya tagihan bulanan sekitar Rp200 hingga Rp250 ribu perbulan, karena airnya hidup tidak lancar, kami sempat memprotes, namun tidak ada tanggapan apapun dari petugas PDAM, sehingga sengaja tidak membayar tagihan bulanan," kata Afni di Lhokseumawe, Rabu (23/9/2026).


Afni menuturkan, persoalan tersebut semakin membuatnya kecewa ketika petugas PDAM datang ke rumah untuk menagih tunggakan. Ia mengaku terkejut setelah mengetahui jumlah tagihan yang harus dibayarkan mencapai sekitar Rp800 ribu untuk periode dua bulan.


Menurut Afni, besarnya tagihan tersebut tidak sebanding dengan pelayanan air yang diterimanya sebagai pelanggan.


"Saya heran dengan kinerja PDAM Tirta Pase Aceh Utara, bukannya memberikan solusi atas tidak lancarnya air, malah menaikkan tarif bulanan PDAM," ujar Afni heran.


Ia meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, khususnya Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil atau yang akrab disapa Ayah Wa, turun tangan mengevaluasi pelayanan PDAM Tirta Pase.


Afni berharap pemerintah tidak membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut, terlebih menyangkut kebutuhan dasar masyarakat berupa akses terhadap air bersih.


Ia juga meminta pihak PDAM memberikan penjelasan kepada pelanggan terkait penyebab tidak lancarnya distribusi air serta dasar perhitungan tagihan yang disebut mencapai ratusan ribu rupiah.


"Jangan bekerja seenaknya saja tanpa peduli keluhan dari pelanggan," harapnya.


Selain meminta evaluasi terhadap pelayanan PDAM Tirta Pase, Afni juga berharap Pemerintah Kota Lhokseumawe dapat memperluas akses jaringan air bersih yang dikelola Aceh Water.


Menurutnya, jaringan tersebut diharapkan dapat menjangkau Gampong Cot Girek Kandang sehingga masyarakat memiliki alternatif sumber air bersih yang lebih terjamin.


Keluhan Afni tersebut sekaligus menjadi sorotan terhadap kualitas pelayanan air bersih di kawasan perbatasan administrasi Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara. Masyarakat berharap pemerintah dan pengelola layanan air bersih dapat memberikan solusi konkret, baik terkait kelancaran distribusi maupun transparansi tagihan pelanggan.


iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl