Suaradiksi.com. Aceh Utara – Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Prof. Dr. Herman Fithra, ASEAN Eng menitipkan enam prinsip kepada 1.247 lulusan yang mengikuti Wisuda Angkatan ke-39 sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Enam prinsip tersebut dirangkum dalam istilah JITUFK, yakni jujur, inisiatif, tanggung jawab, berpikir luas, fokus dan konsisten.
Herman mengatakan, ijazah dan gelar akademik bukan satu-satunya modal untuk meraih keberhasilan. Menurut dia, pengetahuan yang diperoleh selama berada di perguruan tinggi harus berjalan beriringan dengan karakter, etika dan tanggung jawab.
“Menjadi bintang itu pilihan. Kalau mau menjadi bintang, berarti harus belajar. Belajar secara formal seperti hari ini atau belajar dari pengalaman,” kata Herman dalam prosesi wisuda di Auditorium Tgk A Wahab Dahlawy, Kampus Reuleut, Aceh Utara, Selasa, 29 September 2026.
Ia menegaskan keberhasilan akademik akan kehilangan makna apabila tidak disertai dengan perilaku yang baik.
“Menjadi orang baik adalah kewajiban. Tanpa etika yang baik, bintang itu tidak ada artinya,” ujarnya.
Herman menjelaskan prinsip pertama dalam JITUFK adalah jujur. Ia meminta para lulusan membiasakan diri berkata dan bertindak jujur, terutama kepada diri sendiri. “Orang lain mungkin bisa kita tipu, tetapi kita tidak bisa membohongi diri sendiri,” katanya.
Prinsip kedua adalah inisiatif. Para lulusan diminta tidak menjadi pribadi yang hanya menunggu arahan, tetapi berani mengambil langkah dan menciptakan peluang. “Jangan duduk, jangan menunggu. Di mana pun kita berada, harus memiliki inisiatif,” pesannya.
Selanjutnya, Herman mengingatkan pentingnya tanggung jawab. Setiap pekerjaan dan keputusan yang diambil harus disertai kesediaan untuk mempertanggungjawabkan hasilnya.
Prinsip keempat adalah berpikir luas. Menurut Herman, lulusan harus mampu melihat perbedaan sebagai bagian dari kehidupan dan tidak menjadikannya penghalang untuk berinteraksi serta bekerja sama.
Perbedaan agama, suku, golongan maupun latar belakang, kata dia, seharusnya tidak menghambat seseorang dalam membangun komunikasi dan kolaborasi.
Prinsip berikutnya adalah fokus. Herman meminta para lulusan berkonsentrasi pada bidang yang mereka tekuni agar mampu memberikan hasil terbaik.
Sementara prinsip terakhir adalah konsisten atau istiqamah. Menurut dia, keberhasilan tidak cukup hanya dengan memulai sesuatu, tetapi membutuhkan ketekunan untuk menjalankannya secara berkelanjutan.
“Kalau mau berhasil, harus jujur, punya inisiatif, bertanggung jawab, berpikir luas, fokus dan konsisten,” katanya.
Unimal menggelar Wisuda Angkatan ke-39 selama dua hari, 29–30 September 2026, di Auditorium Tgk A Wahab Dahlawy, Kampus Reuleut, Aceh Utara.
Wakil Rektor Bidang Akademik Unimal Dr. Ir. Azhari, ASEAN Eng mengatakan sebanyak 1.247 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti prosesi wisuda tersebut.
Sebanyak 653 lulusan dikukuhkan pada hari pertama, sedangkan 594 lulusan lainnya mengikuti prosesi pada hari kedua. Dari total lulusan tersebut, sebanyak 429 orang berhasil meraih predikat Dengan Pujian.
Prosesi wisuda juga diikuti sejumlah tokoh, di antaranya Brigjen TNI Ali Imran yang merupakan lulusan Magister Manajemen. Ali Imran saat ini menjabat sebagai Komandan Korem 011/Lilawangsa sekaligus Danrindam Iskandar Muda.
Selain itu, Senator DPD RI Azhari Cage juga mengikuti wisuda sebagai lulusan Program Magister Administrasi Publik.
Herman mengatakan wisuda bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi momentum bagi para lulusan untuk memasuki fase kehidupan yang lebih luas.
Antusiasme terhadap prosesi tersebut, menurut dia, terlihat dari adanya lulusan yang telah bekerja di luar daerah namun tetap meminta dispensasi agar dapat hadir mengikuti wisuda.
“Artinya, ada antusiasme yang luar biasa. Mereka ingin hadir dan bersama-sama merasakan momen wisuda ini,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Herman juga menyampaikan perkembangan Unimal selama masa kepemimpinannya, terutama dalam bidang akreditasi dan penguatan sumber daya manusia.
Ia mengatakan saat mulai memimpin Unimal pada 2018, akreditasi institusi masih berada pada kategori baik dan belum terdapat program studi yang memperoleh predikat unggul.
Dalam perkembangannya, Unimal kini telah meraih akreditasi unggul. Menurut Herman, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika, mahasiswa, tenaga kependidikan, pemangku kepentingan serta orang tua mahasiswa.
“Ini adalah capaian yang kita raih bersama. Karena itu, siapa pun yang melanjutkan kepemimpinan universitas ini harus terus menjaga reputasi Unimal,” tuturnya.
Ia juga menyebut jenjang pendidikan di Unimal kini semakin lengkap, mulai dari diploma, sarjana, magister, program profesi hingga doktor.
Dari sisi sumber daya manusia, jumlah profesor di Unimal juga meningkat dari sekitar dua orang menjadi 25 orang. Peningkatan tersebut berjalan seiring dengan bertambahnya dosen bergelar doktor dari perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Herman berharap para lulusan terus belajar dan mampu mengembangkan diri setelah meninggalkan bangku kuliah.
Ia juga meminta alumni menjaga nama baik almamater serta mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semoga adik-adik semua dapat memberikan inspirasi dan menjadi orang-orang yang mampu memimpin serta memberikan kontribusi bagi masyarakat,” demikian pesan Herman.


