![]() |
| Plt. Kepala BPBD Lhokseumawe, Said Bachtiar instansi terkait berdialog dengan petugas di pintu air waduk setempat, Selasa (6/10). Foto: durasi.co |
Suaradiksi.com. Lhokseumawe – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Lhokseumawe meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu berbagai bencana hidrometeorologi.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Lhokseumawe disiagakan selama 24 jam untuk melakukan pemantauan sekaligus penanganan cepat di sejumlah titik yang berpotensi terdampak bencana.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Lhokseumawe, Said Bachtiar, ST, MT, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan dan edukasi kepada masyarakat, terutama yang berada di kawasan rawan banjir maupun tanah longsor.
“TRC terus memantau di lapangan dengan membuka sejumlah saluran yang tersumbat. Tim bergerak cepat dan melakukan penanganan langsung jika memang dibutuhkan di lokasi,” ujar Said, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, kesiapan personel dan peralatan juga diperiksa secara berkala guna memastikan seluruh perangkat penanggulangan bencana dapat digunakan secara optimal ketika terjadi keadaan darurat.
Said menyebutkan sejumlah potensi bencana yang perlu diwaspadai masyarakat selama cuaca ekstrem, di antaranya banjir dan genangan air, pohon tumbang, tanah longsor di kawasan perbukitan, gangguan jaringan listrik hingga terputusnya akses jalan.
Karena itu, masyarakat diminta turut melakukan langkah mitigasi sederhana, seperti membersihkan saluran air yang tersumbat serta mengamankan dokumen dan barang berharga di tempat yang aman.
Warga juga diimbau menghindari kawasan rawan longsor ketika hujan deras dan mengurangi aktivitas di luar rumah saat kondisi cuaca memburuk.
“Ini perlu diperhatikan sekali, agar semua kita terhindar dari bencana. Kalau terjadi hujan deras dan petir, langsung berteduh ke tempat yang aman,” pesan Said.
BPBD Lhokseumawe juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila terjadi bencana atau kondisi yang membahayakan kepada aparatur gampong maupun petugas BPBD agar dapat segera ditindaklanjuti.
Kesiapsiagaan tersebut sejalan dengan langkah BPBD Lhokseumawe yang sebelumnya telah melakukan pemeriksaan terhadap personel dan peralatan operasional, termasuk sarana yang digunakan untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.


