![]() |
| Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lhokseumawe terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kota Lhokseumawe. |
Suaradiksi.com. Lhokseumawe – Pasca pemindahan seluruh warga binaan ke gedung baru, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lhokseumawe terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kota Lhokseumawe. Salah satunya melalui audiensi Kepala Lapas Kelas IIA Lhokseumawe, Wahyu Prasetyo, Bc.IP., S.Sos., M.H., dengan Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., di ruang kerja wali kota, Selasa (4/8/2026).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari operasional lapas baru hingga persiapan pemberian remisi umum bagi warga binaan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Audiensi yang berlangsung hangat itu turut dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Kota Lhokseumawe serta jajaran Lapas Kelas IIA Lhokseumawe sebagai bentuk penguatan sinergi antarlembaga dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dalam pertemuan itu, Kalapas Wahyu Prasetyo melaporkan bahwa proses pemindahan 459 warga binaan dari lapas lama ke gedung baru di kawasan Peunteuet telah rampung dan berlangsung aman, tertib, serta sesuai prosedur.
Menurutnya, fasilitas baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan sekaligus menghadirkan lingkungan pembinaan yang lebih layak, aman, dan representatif bagi warga binaan.
Selain itu, Wahyu juga menyampaikan kesiapan pelaksanaan pemberian remisi umum bagi narapidana yang telah memenuhi persyaratan. Penyerahan remisi direncanakan berlangsung di kompleks Lapas Kelas IIA Lhokseumawe yang baru bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Menanggapi laporan tersebut, Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar mengapresiasi kelancaran proses pemindahan warga binaan yang dinilai berhasil dilaksanakan tanpa mengganggu keamanan maupun ketertiban.
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk terus mendukung peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan sebagai bagian dari pelayanan publik yang mengedepankan aspek pembinaan, keamanan, dan pemenuhan hak-hak warga binaan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Pemerintah Kota siap membangun sinergi dengan seluruh instansi vertikal, termasuk Lapas Kelas IIA Lhokseumawe, agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal dan program pembinaan warga binaan dapat berjalan dengan baik," ujar Sayuti.
Audiensi tersebut sekaligus menjadi forum koordinasi untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor setelah beroperasinya gedung baru Lapas Kelas IIA Lhokseumawe. Dengan sinergi yang terus terjalin, diharapkan pelayanan pemasyarakatan di Kota Lhokseumawe semakin profesional, efektif, serta mampu mendukung proses pembinaan dan reintegrasi sosial warga binaan ke tengah masyarakat.


