Iklan

Rektor Unimal Kenakan Baju Adat Dayak dari Kulit Kayu Saat Pimpin Upacara Harkitnas

Redaksi
20 Mei 2026
Last Updated 2026-05-20T09:06:58Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
Rektor Unimal, Prof. Dr. Herman Fithra Asean Eng


Suaradiksi.com. Lhokseumawe — Pemandangan berbeda terlihat dalam upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Universitas Malikussaleh (Unimal), Rabu (20/5/2026). Rektor Unimal, Prof. Dr. Herman Fithra Asean Eng, tampil mengenakan pakaian adat Dayak Kalimantan berbahan kulit kayu saat memimpin upacara di Lapangan Kampus Bukit Indah, Lhokseumawe.


Penampilan unik tersebut menjadi perhatian peserta upacara yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN), tenaga kependidikan (Tendik), dan seluruh karyawan di lingkungan kampus. Busana adat yang dikenakan Rektor Unimal itu tidak sekadar simbol budaya, tetapi juga pesan kuat tentang persatuan dalam keberagaman Indonesia.


Prof. Herman Fithra mengatakan, dirinya sengaja mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia setiap pelaksanaan upacara sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya Nusantara sekaligus memperkuat semangat kebangsaan.


“Pakaian adat Dayak Kalimantan ini berasal dari kulit kayu. Setiap upacara saya memakai pakaian adat yang berbeda sebagai simbol persatuan Indonesia,” ujarnya.


Dalam amanatnya, Herman Fithra menegaskan bahwa peringatan Harkitnas dengan tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan untuk terus menyiapkan generasi muda yang unggul dan berdaya saing.


Menurutnya, semangat perjuangan organisasi Budi Utomo harus terus hidup di tengah masyarakat, terutama dalam mengikis sekat-sekat kedaerahan demi memperkuat persatuan bangsa.


“Sebagai pendidik, kami terus diminta negara untuk memberikan yang terbaik dalam mempersiapkan generasi muda. Semangat Budi Utomo harus terus dijaga, di mana rasa-rasa kedaerahan ditinggalkan agar kita bersatu membangun NKRI menuju masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” katanya usai upacara.


Ia juga menyoroti tantangan perkembangan zaman yang kini berbasis digitalisasi. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan generasi muda yang adaptif terhadap teknologi dan mampu menghadapi perubahan global.


“Kehidupan hari ini sudah berbasis digitalisasi. Karena itu, kami harus mempersiapkan generasi muda yang melek teknologi dan siap menghadapi perubahan,” tutupnya.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl