![]() |
| Kondisi rumah warga paska bencana banjir di Aceh Utara pada 2025 lalu. Foto : Ist |
Suaradiksi.com. Aceh Utara — Penanganan korban banjir di Aceh Utara menuai sorotan tajam. Tokoh masyarakat Kecamatan Samudera, H. M. Yusuf Hasan, yang juga menjadi korban banjir di Gampong Blang Peuria, menilai respons pemerintah berjalan lambat dan belum menyentuh kebutuhan mendesak warga di lapangan.
Ia secara tegas mengingatkan Prabowo Subianto agar tidak semata-mata mempercayai laporan jajaran di bawahnya. Menurutnya, terdapat kesenjangan yang cukup besar antara laporan resmi pemerintah dengan kondisi nyata yang dialami korban.
“Jangan hanya percaya laporan di atas kertas. Kondisi di lapangan sangat memprihatinkan,” ujar Yusuf Hasan.
Ia juga menambahkan, sejak awal banjir hingga saat ini, masih banyak korban di Aceh Utara yang belum tersentuh bantuan sama sekali. Kondisi tersebut memaksa warga saling membantu untuk bertahan hidup di tengah keterbatasan.
“Dari awal banjir sampai sekarang, masih banyak korban yang belum dapat bantuan. Yang ada justru korban bantu korban,” ungkapnya.
Di Gampong Blang Peuria, para korban banjir terpaksa mengungsi ke rumah kerabat karena belum tersedianya hunian sementara. Pendataan korban dinilai lambat, sehingga bantuan belum tersalurkan secara merata. Warga pun harus bertahan dengan keterbatasan, bahkan sebagian melakukan evakuasi secara mandiri.
Yusuf Hasan mengungkapkan, kehadiran pemerintah di lokasi bencana masih minim. Posko darurat belum optimal, sementara pasokan logistik sangat terbatas. Akibatnya, banyak warga yang rumahnya rusak parah harus menumpang di rumah keluarga tanpa kepastian bantuan.
“Faktanya, warga harus berjuang sendiri mencari tempat mengungsi karena bantuan belum merata hingga saat ini,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah pusat segera turun langsung untuk melakukan verifikasi kondisi di lapangan, sekaligus mengevaluasi kinerja penanganan bencana di daerah. Menurutnya, koordinasi tidak boleh berhenti pada laporan administratif semata, tetapi harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat terdampak.
Kondisi ini menjadi peringatan keras bahwa penanganan bencana di Aceh Utara masih membutuhkan perhatian serius. Tanpa langkah cepat dan tepat, penderitaan korban dikhawatirkan akan semakin berkepanjangan.


