Iklan

15 Jembatan untuk Negeri: Ketika TNI Menyambungkan Asa dari Pedalaman Aceh Utara

Redaksi
09 April 2026
Last Updated 2026-04-09T15:37:25Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
Dandim 0103/Aceh Utara bersama Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil meletakkan batu pertama pembangunan jembatan saat ground breaking di Desa Dayah Sepeng, Kecamatan Geureudong Pasee, Kamis (9/04/2026).


Suaradiksi.com. Aceh Utara — Di tengah bentang alam pedalaman yang selama ini sulit dijangkau, negara kembali menunjukkan kehadirannya. Bukan sekadar janji, tetapi lewat langkah nyata: pembangunan 15 jembatan perintis yang digerakkan oleh Kodim 0103/Aceh Utara, dimulai dengan ground breaking di Desa Dayah Sepeng, Kecamatan Geureudong Pasee, Kamis (9/04/2026).


Bagi warga di pelosok, jembatan bukan hanya soal infrastruktur. Ia adalah penghubung harapan antara hasil kebun dan pasar, antara anak-anak dan sekolah, hingga antara pasien dan layanan kesehatan. Selama ini, akses yang terbatas kerap menjadi penghambat utama roda kehidupan masyarakat.


Komandan Kodim 0103/Aceh Utara, Jamal Dani Arifin, menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari program nasional yang diinisiasi oleh Prabowo Subianto, dengan pelaksanaan di bawah koordinasi Maruli Simanjuntak selaku Ketua Satgas Pembangunan Jembatan.


“Pada tahap ketiga ini, 15 jembatan perintis kembali dibangun untuk menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai kecamatan di Aceh Utara,” ujarnya.


Program ini menjadi bukti bahwa pendekatan pembangunan tidak lagi hanya terpusat di kota, melainkan menyasar wilayah-wilayah yang selama ini tertinggal. Kehadiran TNI di sini bukan semata sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan di garis terdepan.


Apresiasi pun datang dari Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil. Ia menilai pembangunan jembatan ini sebagai langkah strategis yang akan membuka isolasi wilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mempercepat akses masyarakat terhadap layanan dasar.


“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi tentang membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” katanya.


Prosesi peletakan batu pertama yang dilakukan bersama unsur Forkopimda, disertai tradisi peusijuk dan doa bersama, menjadi simbol kuat dimulainya pembangunan. Harapannya sederhana namun bermakna: seluruh jembatan dapat selesai tepat waktu dan benar-benar menjadi solusi, terutama saat musim hujan yang selama ini kerap memutus akses warga.


Di Aceh Utara, 15 jembatan ini bukan sekadar proyek. Ia adalah pengikat harapan bahwa negara tidak jauh, dan selalu ada untuk rakyatnya, hingga ke pelosok negeri.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl