Suaradiksi.com. Pidie — Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah Pasee menggelar ziarah dan doa bersama untuk mengenang tokoh perjuangan Aceh, Teungku Hasan Muhammad di Tiro, di Kompleks Pemakaman Keluarga Hasan di Tiro, Gampong Meunasah Pulo, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Kamis (26/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri ribuan anggota Majelis KPA, masyarakat, tokoh adat, serta ulama. Selain KPA Pasee, acara juga diikuti jajaran KPA Kuta Pasee dan KPA Aceh Besar sebagai bentuk penguatan silaturahmi dan solidaritas antarkader.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama untuk almarhum Wali Nanggroe, dilanjutkan dengan penyampaian kata-kata peunutoh oleh Ketua KPA Pasee, Saiful Bahri, Ketua KPA Kuta Pasee, Mukhtar Hanafiah, serta Ketua KPA Aceh Besar, Mukhlis Basyah.
Ketua KPA Pasee, Saiful Bahri, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mengingat dan melanjutkan nilai-nilai perjuangan rakyat Aceh.
“Ziarah ini bukan sekadar seremoni, tetapi pengingat untuk menjaga persatuan dan melanjutkan cita-cita perjuangan rakyat Aceh,” ujarnya.
Ia juga menilai kehadiran lintas wilayah KPA menunjukkan soliditas organisasi yang masih terjaga hingga saat ini.
Sementara itu, Ketua KPA Kuta Pasee, Mukhtar Hanafiah, menekankan pentingnya menjaga kesinambungan perjuangan.
“Kebersamaan ini harus terus dirawat agar nilai perjuangan para pendahulu tetap hidup dalam setiap langkah kita,” katanya.
Ketua KPA Aceh Besar, Mukhlis Basyah, turut mengingatkan pentingnya peran generasi penerus dalam menjaga marwah Aceh.
“Persatuan harus terus dijaga. Generasi hari ini memiliki tanggung jawab besar untuk merawat dan melanjutkan hasil perjuangan,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Husaini, serta empat panglima muda dari empat wilayah dalam jajaran KPA Pasee.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiah oleh Abon Yusuf (Walet Kayee Kunyet) yang mengajak seluruh jamaah KPA untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
“Momentum ini harus menjadi pengingat untuk memperkuat ibadah dan menjaga nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, juga dilakukan pengambilan kembali baiat oleh Abon Yusuf Kayee Kunyet bagi seluruh jajaran KPA yang hadir. Baiat tersebut menjadi bentuk komitmen untuk tetap setia pada perjuangan serta melanjutkan cita-cita yang telah dirintis para pendahulu.
Kegiatan ditutup dengan makan bersama antara tamu undangan dan masyarakat dalam suasana penuh kebersamaan.


